May 7, 2020

You are enough...



Ya, you are enough...


Setiap orang punya hal yg diperjuangkan. Kita tidak bisa langsung menilai tentang pencapaian setiap orang hanya melihat hasilnya. Kita tidak tahu seberapa banyak keberhasilan, kegagalan, kebahagiaan dan luka di sana....


Beberapa minggu ini membaca tentang berbagai teori dalam psikologi pendidikan, kata Bronfenbenner salah satu faktor motivasi kita adalah ekologi. Hal ini fokus pada konteks sosial dimana seseorang tinggal dan orang-orang di sekitarnya mempengaruhi perkembangan. Tapi tahukah, bahwa anak kembar yg punya mikro dan makro ekosistem yg sama sekalipun bisa berbeda pencapaian Krn mereka memiliki motivasi yg berbeda. Mereka memiliki sesuatu yg ditumbuhkan dari nilai diri mereka sendiri, akhirnya membentuk karakter yg berbeda.


Ketika kita melihat seseorang dalam fase yg tidak menyenangkan bagi mereka, kemudian dg entengnya kita berseloroh 'buat apa sedih, harusnya kamu bersyukur'. Ya itu kalimat yg wajar diucapkan. Tapi mgkn, menurut sy, lebih menyenangkan mendengar 'bersedihlah secukupnya kemudian bangkitlah kembali'.

Dua kalimat itu berbeda jika dilihat dari pemberian motivasi. Yg pertama ya sudah gpp, km sudah bekerja dengan baik. Yg kedua memberikan kita jeda sejenak mengumpulkan kekuatan lebih besar lagi untuk berjuang lagi.



Baru saja kemarin membaca bahwa motivasi harus punya 3 nilai:
1. Energi yg kuat
2. Arah/tujuan
3. Dapat dipertahankan


Jika hari ini kamu lelah, energi dalam motivasi itu turun maka istirahat. Bilang pada diri sendiri 'you are enough'. Ambil waktu sejenak. Tata kembali dirimu. Tidak semua orang beruntung dikelilingi oleh orang yg memahami diri kita. Jadi sayangi dirimu sendiri, karena tidak ada yg lebih memahaminya selain kita sendiri.



Setiap orang berhak bahagia dengan cara mereka. Setiap orang bebas punya mimpi. Menjalankan peran hari ini mungkin akan berat, tapi yakinlah kita bisa. Menjadi ibu terlihat sederhana, tetapi kenyataannya penuh dilema. Namun, tetap pasti ada hal luar biasa bahagia di sana. Di saat kita lebih memprioritaskan keluarga dibanding mimpi kita, tidak apa. Semua akan baik-baik saja. Kita bisa mencoba mencapai suatu hari nanti atau menggantinya dengan mimpi lain. Bukan menyerah, tapi prioritas dan kebutuhan lebih utama...



Seperti bunga tanpopo. Dia datang saat musim semi. Lalu bunganya akan mengering dan tertiup angin sampai semua gugur. Tapi dia tidak hilang. Dia hanya mengambil jeda, sampai saat yg tepat untuk dirinya tumbuh kembali membawa keindahan...



Sebuah refleksi diri yg membawa sy pamit dari hal yg sy dambakan. Tapi sungguh tidak mudah mengambil keputusan ini. Tidak putus asa, hanya mengambil jeda. Sampai siap berdiri kembali menjemput asa...





No comments:

Post a Comment

Terbaru

You are enough...

Ya, you are enough... Setiap orang punya hal yg diperjuangkan. Kita tidak bisa langsung menilai tentang pencapaian setiap orang hanya m...

Populer