Feb 18, 2020

Yuk, Camping!

Pada kelas Bunda Cekatan minggu ini, dibuka sesi camping. Kita diminta berkenalan dengan tetangga sebelah, mengenal lebih dekat teman setenda, teman jauh, bahkan bebas berkeliling mencari teman. Tujuannya agar kita makin dekat dan melatih kepercayaan diri serta mengaplikasikan (atau saya kira ada juga unsur promosi) ilmu yang kita temukan.

Saya celingukan mencari teman. Bagaimana cara memulai dengan adanya keterbatasan akses. Ya, kalau di hutan tidak ada sepeda, kita harus jalan kaki memang walau jalan menanjak dan curam! Akhirnya ada ide untuk menghubungi teman sekeluarga, tetangga, atau teman jauh melalui aplikasi telegram. Secara random saya menghubungi kurang lebih 15 orang dan ada sekitar 9 orang yang merespon namun 4 dari itu tidak melanjutkan respon, hehehe. Kemudian ada 2 yang menghubungi saya. Sedangkan 8 lainnya via WA. Berikut nih, teman kenalan camping saya:


Apa sih dipelajari dari kegiatan Camping Ground?

Kegiatan ini membantu saya menjadi lebih percaya diri. Saya mencoba berkenalan dengan teman baru. Kalimatpun disusun dengan baik agar teman baru tertarik. Beberapa teman yang tidak merespon pesan saya disebabkan pesan saya tidak terkirim. Saya pun belajar untuk menilai. Ketika ada pesan yang masuk kemudian minta data tanpa memberikan data terlebih dahulu itu cukup membuat kita merasa ingin mundur. Jadi dari sini saya belajar alangkah baiknya yang pertama minta berkenalan memperkenalkan diri dan grup favoritnya terlebih dahulu, tentu secara bertahap ya. Mulai dari minta kesediaan, nama, asal regional, grup, dan alasan.

Camping Ground ini juga membuat saya merasa seperti sales yang mempromosikan grup karena kita akan membanggakan kenapa grup kita layak untuk ditinggali. Teman baru diusahakan tertarik dan kita sama-sama berbagi informasi menarik.

Banyak yang saya dapatkan terkait mengapa teman ini suka di grupnya. Ada yang sebenarnya masih berusaha adaptasi, ada yang sudah bener-bener mantap dan mengaplikasikannya, ada yang senang karena resume grup yang rapi, cantik, dan informatif, ada juga karena adanya senior yang profesional! Seru sesi perkenalannya. Banyak ilmu dan informasi yang akhirnya membuat saya berani intip-intip grup tetangga.

Selanjutnya, Grup apa yang menjadi favorit nih?



Ini nih! Paling favorit versi kenalan saya adalah menejemen emosi dan berikutnya adalah menejemen waktu. Ada grup yang lain yaitu temanda, home schooling, portofolio, kerumahtanggaan, dan komunikasi produktif. Btw, karena kita belajar merdeka, dan merdeka belajar jangan diprotes bentuk diagram saya ya. Saya lebih suka tampilan warna-warni dari diagram lingkar ini. Diagram batang saya tadinya tidak berwarna, hehehe

Paling favorit masih menejemen emosi dan waktu karena menurut saya keduanya sama-sama penting dan mendesak. Dari sini bahkan saya melihat ada fenomena "syok" dimana kita cukup kaget ketika dihadapan menjadi ibu, istri, dan pribadi. Adaptasi yang diharapkan sudah terinstal dalam setiap perempuan ternyata tidak serta merta dapat langsung running. Perlu latihan dan pengkondisian. Semoga ke depannya kita dapat menjadi individu yang berkarakter kuat. Seperti yang dibahas pada diskusi kelompok kami bahwa semua akan berjalan dengan baik ketika emosi stabil. Berhentilah menggunakan kata-kata 'kurang iman' untuk ibu yang sedang belajar beradaptasi. Menjadi banyak peran tidak mudah. Dan dukungan lebih kami harapkan.

Terus semangat belajar!

Sragen, 18 Februari 2020

No comments:

Post a Comment

Terbaru

You are enough...

Ya, you are enough... Setiap orang punya hal yg diperjuangkan. Kita tidak bisa langsung menilai tentang pencapaian setiap orang hanya m...

Populer