Feb 11, 2020

Tarik Nafas dan Rasakan ......



Ketika semua teori sudah dibaca dan aplikasinya belum bisa diterapkan, maka kita patut curiga kira-kira apa yang salah. Maka kita tilik kembali dalam diri sendiri. Meneliti ulang mengapa hati kita tidak bisa sepenuhnya menjalankan sebuah aktivitas. Kenapa pikiran kita melayang ke pikiran yang lain. Atau sering merasakan ketakutan yang membuat kita enggan bergerak maju.

Terkadang dengan mudahnya orang lain bilang,
"ah.. itu hanya masa lalu, lupakan saja"
"itu hanya kurang syukur"
"itu bukan masalah besar, semua sudah selesai"
Ya, sebagian besar orang memang bisa. Tapi sungguh sebagian yang lain belum bisa semudah itu. Baru kemarin saya membaca sebuah artikel tentang sangat besar arti sebuah pelukan. Bahkan ibu hendaknya memberikan pelukan ke anak minimal 5  kali sehari agar si anak merasa ada yang menyayangi. Fakta mengejutkan, dan bisa ditanyakan pada diri kita sendiri, kapan terakhir dipeluk dengan penuh kasih sayang oleh ibu kita. Beruntunglah kita yang sering mendapat pelukan ibu karena itu adalah obat mencegah kesedihan.

Pekan ini diskusi menarik di grup kecil kami. Sayangnya, gawai saya rusak. Jadi saya mengikuti setengah diskusi itu dan sebagian lain membaca dari referensi yang lain. Saya memilih untuk tidak pindah ke keluarga (grup) yang lain karena saya masih berpendapat bahwa ini lho yang harus diperbaiki dulu, baru ilmu yang lain masuk dengan lebih menyenangkan.

Saya merangkum ilmu self healing pekan ini sebagai berikut:

1. Sadar Nafas
Emosi bisa berubah dengan sangat cepat tanpa kita sadari. Berbagai pemicu emosi misalnya banyaknya pekerjaan, ada kejadian yang tidak diinginkan, trauma, ingatan, dan banyak hal lain. Yang harus dilakukan adalah mengambil jeda. Coba diam sesaat. Tarik nafas dalam-dalam. Sadari nafas Anda, bagaimana udara masuk ke hidung lalu mengalir ke tubuh. Paru-paru dan jantung bekerja. dan seterunya. Kita rasakan prosesnya. InsyaAllah otot akan rileks dan pikiran menjadi lebih tenang. Teknik ini yang paling cepat dan mudah dilakukan kapan saja dan dimana saja.

2. Berpikiran Positif
Kejadian tidak baik sedang terjadi, kita coba untuk tidak menyalahkan siapapun termasuk diri sendiri. Mencoba berpikiran positif. Kita refleksi apa yang terjadi, mengapa, dan bagaimana agar tidak terjadi lagi. Sambil pelan-pelan berkata pada hati "hai hati, terima kasih engkau bekerja dengan sangat baik. Engkau tidak perlu khawatir, kita akan baik-baik saja" sambil diketuk pelan. Ini salah satu hal yang menurut saya unik, tapi efektif.

3. Forgiveness Therapy
Memberikan maaf memang mudah terucap dari mulut, tapi tidak selamanya mudah di hati. Keinginan memaafkan besar tapi jauh dari lubuk hati paling dalam tidak bisa. Cukup sulit memang, tapi bukan berarti tidak bisa. Coba berbicara pada orang yang kita percaya, lepaskan sakit itu pelan-pelan. Yakinkan kalau ini tidak hanya baik untuk orang yang diberi maaf, tapi juga kelegaan hati yang tidak lagi memendam.

4. Jurnal Syukur
Secara kontinu, kita dapat menuliskan nikmat apa saja yang kita dapatkan minggu/hari ini. Menuliskannya membuat kita sadar betapa banyak hal yang harus disyukuri sehingga menatap masa depan adalah pilihan terbaik. Allah sayang pada kita. Sehingga tidak ada alasan mengapa kita tidak menyayangi diri sendiri.

5. Writing for healing
Menulis merupakan salah satu cara efektif untuk self healing. Pernah saya mengikuti kulwap menulis untuk self healing. Bisa dilakukan satu-satu trauma. Misalnya dengan atasan di kantor, maka tulis dulu namanya, tuliskan apa yang tidak disukai, mengapa, yang pada akhirnya kita tuliskan sifat baiknya yang membuat kita bisa memaafkannya. Bahkan di berbagai komunitas self healing, membagikan pengalaman lewat tulisan membuat penulis lega dan pembaca turut mengambil sisi positifnya.

6. A-HA
A-HA adalah Amazing Holistic Awareness.
Holistic, dalam google translate di artikan sebagai “comprehension of the parts of something as intimately interconnected and explicable only by reference to the whole” yang diterjemahkan sebagai pemahaman dan penerapan secara menyeluruh atas beberapa aspek yang saling terkait.
Awareness, didefinikan sebagai knowledge or perception of a situation or fact”yaitu “kesadaran atau keinsyafan akan suatu kondisi”.
Jadi apa itu Holistic Awareness“kesadaran atau keinsyafan mengenai sebuah kondisi yang hanya terjadi bila kita memahami dan menerapkan masing-masing elemen atau aspek yang ada di dalamnya dengan baik.”
Unsur-unsur apa yang perlu di sadari dan diterapkan dengan baik itu? Ada tiga hal yaitu:
  • Self Awareness
  • Spiritual Awareness
  • Social Awareness
Materi ini saya dapat dari sebuah e-book yang berjudul "Semua Orang Bisa Self Healing" karya Agung Windriatmoko. Sebuah buku yang cukup mudah dibaca untuk pemula seperti saya.

Dalam buku itu juga dituliskan bahwa untuk mencapai kesehatan mental dan fisik secara optimal dapat dilakukan dengan cara:

  1. Merubah apa yang kita yakini mengenai siapa diri kita, mengenai hidup dan kehidupan
  2. Membebaskan diri dari beban-beban yang menjadi sebab tekanan hidup, stress dan munculnya penyakit-penyakit lainnya
  3. Memberikan makna positif atas setiap kejadian dan peristiwa yang menimpa dan menjalaninya dengan penuh hikmah
  4. Secara sadar memilih langkah-langkah yang diperlukan untuk melakukan transformasi diri

Gambaran Makan Besar Ilmu Pekan Ini

Teori terlihat mudah dan enak dibaca bukan? Tapi yakinlah, bahwa itu bukan tidak bisa dilakukan, hanya belum bisa dilakukan dan butuh sedikit waktu lagi untuk berubah. Saya yang sering sekali grogi, bingung, takut berlebih atas kesalahan kecil berusaha sedikit demi sedikit untuk mengubahnya menjadi lebih baik. Mengapa? karena saya punya anak-anak yang harus saya jaga dengan penuh kasih sayang......


Sragen, 11 Februari 2020

No comments:

Post a Comment

Terbaru

You are enough...

Ya, you are enough... Setiap orang punya hal yg diperjuangkan. Kita tidak bisa langsung menilai tentang pencapaian setiap orang hanya m...

Populer