Jan 28, 2020

Belajar apa kita hari ini?

Belajar memang bisa dilakukan dengan banyak jalan. Salah satunya mencari sendiri sumber belajar mana yang akan kita pelajari. Awalnya saya belum paham apa yang akan ditemukan dalam jungle of knowledge. Dan ternyata ini sangat menyenangkan. Semua mahasiswi boleh memberikan apapun pengalaman atau ilmu yang dimiliki dan bebas mengambil ilmu mana yang mau dipelajari.

Sekedar info, jika mau mengintip informasi apa yang bagikan kemarin silakan berkunjung ke sini:
https://www.pondokmumpuni.com/2020/01/bunda-mau-naik-pesawat-dengan-2-balita.html

Pemilihan ilmu yang dipelajari didasarkan atas peta jalan yang dibuat. Sesuaikan dulu dengan keperluan kita, baru memperkaya di ilmu yang lain. Ini sangat menyenangkan. Bahkan sumber belajar ini dengan video atau audio jadi lebih menyenangkan.

Nah, berikut yang saya dapatkan tentang menejemen waktu dan emosi. Saya juga sedikit memperkaya tentang memasak efektif dan menejemen berbenah.

pengetahuan yang dipelajari

Berikut penjelasan gambar dari apa yang saya dapatkan:

Mengatur waktu kegiatan di rumah:
1.    Cari waktu saat longgar, misal saat anak-anak mandi, sekolah
2.    Manfaatkan waktu semaksimal mungkin
3.    Waktu malam usahakan family time, stop semua pekerjaan.
(Mega)


Menejemen waktu (buku Bahrur Rosyidi) :
1.     Menetapkan tujuan
2.     Menentukan prioritas
3.     Menyusun jadwal harian
4.     Bersikap asertif, jika tidak bisa didelegasikan
5.     Bersikap tegas
6.     Menghindari penundaan
7.     Jangan sampai ada waktu yang terbuang
(Icha-Jogja)


Membuat kandang waktu
1.     Ranah public (07.00 – 15.00)
2.     Ranah domestic (15.00-anak-anak tidur): free gadget at home.
-        Merah: tanpa ada gadget
-        Kuning: ibu masih boleh pegang gadget karena ada hal yang mendesak
-        Hijau: semua boleh pedang gadget dengan Batasan
3.     Ranah privat (anak-anak tidur): me time, belajar, nonton
(Nila)

Tips beraktivitas:
1.     Pekerjaan yang bisa didelegasikan seperti mencuci, menyetrika, menyapu
2.     Pekerjaan yang penting berkaitan dengan anak dilakukan sendiri
3.     Komunikasi produktif dengan suami
4.     Pekerjaan public selesaikan di public, pegang hp setelah menyelesaikan perkerjaan public terhandel dengan baik
5.     Ketika sampai rumah, usahakan tidak pegang HP
(Ningrum-Sulawesi)


Tips membuat jadwal harian:
1.     Buat semacam roda harian atau media yang lai untuk menuliskan jadwal
2.     Sebelum tidur pikirkan aktivitas apa yang tidak sama keesokan hari, sehingga kita bisa susun ulang jadwal
3.     Ketika menggunakan media maka kita bisa mencoret atau melepas aktivitas yang sudah dilakukan.
4.     Lakukan aktivitas-aktivitas secepat dan semaksimal mungkin aagar jika ada kelebihan waktu, bisa kita gunakan untuk kegiatan lain yang terlewat atau tidak sempat.
5.     Konsistensi.
 (Nurlaila-Sulawesi)


Menejemen emosi- Negosiasi Reframing (wiwoho) dan coach
88% aktivitas kita dipengaruhi hal yang tidak sadar sehingga emosi ini berpengaruh besar dalam kegiatan sehari-hari. Caranya Reframing: salah satunya negosiasi. Ketika kita kesal terhadap sesuatu, coba Tarik nafas dalam-dalam dan komunikasi dengan hati: tenang ya, jangan emosi akan kita selesaikan satu-satu sambal tersenyum.
 (Rusna)


Memasak efisien di pagi hari:
1.     Buat daftar menu dalam 1 minggu (di hari minggu)
2.     Belanja sesuai menu seluruhnya (termasuk sumber protein)
3.     Bersihkan barang belanjaan, kelompokkan bahan sesuai menu, dan simpan
4.     Setelah solat subuh langsung memasak
5.     Dengan demikian masih ada waktu untuk menyiapkan anak-anak yang akan sekolah.
Diah-Jogja (bekerja di ranah public)


Menejemen berbenah:
1.     Sesuakan perabot dengan ukuran ruangan
2.     Lakukan deklatering (pengelompokan) mana yang paling sering digunakan, mana yang akan digunakan pada saat tertentu, dan barang yang sudah diperkirakan untuk tidak dipakai (buang atau donasi)
3.     Organisasi: satu jenis barang masuk dalam satu tempat. Selesaikan gunakan harus dikembalikan. Missal buku dan ATK di rak buku.
4.     Tepati waktu kapan berbenah.


(Lely Rosiana)



Demikian jurnal belajar sesi ini. Alhamdulillah kesempatan belajar ini menjadi salah satu penyemangat pada padatnya pekerjaan baik di domestik maupun publik. Semoga bermanfaat :)

Bunda mau naik pesawat dengan 2 balita? Bisa!



Kala itu saya dihadapkan tanpa ada pilihan, saya harus pulang ke Indonesia karena suami tidak bisa ijin. Ditambah saya pulang dengan 2 anak. Bisakah? Dan pengalaman sy naik burung besi ini bahkan bisa dihitung jari dengan satu tangan.

Bismillah, saya beranikan diri. Saya coba pikirkan apa-apa saja yang perlu disiapkan dalam waktu singkat. Kami diskusikan tentang jam penerbangan, barang bawaan, dan transportasi apa saja berangkat dan sepulang dari bandara.

Ada beberapa poin penting dalam perjalanan bunda dengan 2 balita:

  1. Alat transportasi apa saja yang akan digunakan.
  2. Barang bawaan di tas ransel saya dan anak-anak dan isi koper
  3. Persiapan fisik dan mental anak-anak agar bahagia di perjalanan
Setelah mendapat pengalaman pertama terbang bertiga, maka kami pun ketagihan. Sudah tiga kali kami terbang bertiga. hehehehe.....

Perjalanan kami bertiga yang ketiga :)


Nah, untuk lebih jelasnya boleh dengarkan tips saya pada link di bawah ini:


InsyaAllah, akan kami ceritakan lengkap perjalanan kami ya di sini.

Jan 21, 2020

Ini makananku, mana makananmu?

Alhamdulillah telah memasuki tahap kedua yaitu tahap ulat. Setelah telur menetas menjadi ulat, maka ulat siap untuk mencari makanan.

Minggu ini merupakan minggu berat yang tetap membuat saya terseok-seok. menyesuaikan jadwal dan pikiran yang takkunjung mereda. Namun ketika belajar tentang ini mata sebenarnya berbinar, namun sungguh tak bisa berbinar lama karena dikerjar puluhan deadline lainnya.

Semoga minggu selanjutnya bisa mengikuti dengan lebih baik. Ingin rasanya cepat-cepat praktik tentang menejemen waktu ini. Rasanya sudah sangat amburadul kegiatan saya.

Nah, berikut makanan saya baik dari panduan 1 dan 2. Sekilas membaca dari makanan teman, dan alhamdulillah ada yang cocok di lidah.

Panduan 1 berbagi makanan

Panduan 2- ini makananku

Semoga ada yang bisa mengambil manfaat.

Jan 14, 2020

Peta Perjalanan

Materi selanjutnya dalam kuliah online Bunda Cekatan adalah menyusun peta konsep. Peta ini yang nantinya akan mengawal perjalanan menuju ke tujuan. Tujuan ditetapkan secara individual yang disesuaikan dengan urgensi masing-masing. Karena ini merupakan merdeka belajar, makanya jalannya pun kita yang tentukan, mau lewat yang mana dulu, mau lurus belok atau bahkan balik kanan lagi, kita yang tentukan.

Peta konsep ini terlihat mudah, tapi ternyata membutuhkan pemikiran khusus yang benar-benar penuh pertimbangan. Terdapat langkah-langkah yang harus ditempuh sehingga harus hati-hati dan cermat dalam membuat peta agar kita tidak salah jalan. Pada akhirnya dari empat keterampilan, dipilih dua yang dimasukkan dalam proyek Be a positive & productive Mom!

Peta konsep Be A Prositive & Productive Mom

Dua konsep yang disusun dalam proyek ini adalah

Menejemen Waktu
Keterampilan ini sudah sangat penting untuk segera dikuasai. Saya merasa sangat keteteran soal pembagian waktu. Sering juga merasa ada banyak waktu yang terbuang sia-sia, tidak produktif. Harapannya saya dapat memasukkan aktivitas-aktivitas tambahan seperti membaca dan menulis sehingga menjadi semakin produktif. Ada beberapa cabang dari keterampilan ini antara lain.

  • Aspek menejemen waktu, bercabang menjadi menetapkan tujuan, mengetahui skala prioritas, tahu cara menetapkan jadwal, dan paham tentang sikap-sikap yang harus ditumbuhkan (tegas, tidak menunda, maksimakan waktu)
  • Pengelolaan. Pengelolaan termasuk implementasinya dalam kehidupan sehari-hari. Pada poin ini bercabang menjadi menetapkan list kegiatan, pengorganisasian waktu (menyusun jadwal harian), pelaksanaan, dan pengawasan.
  • Evaluasi merupakan bagian pengecekan apakah kita berjalan sesuai peta dan menuju ke tujuan atau tidak. Evaluasi ini bercabang menuju evaluasi diri dan evaluasi dari keluarga.
Menejemen Emosi
Pemilihan menejemen emosi dalm proyek ini tentu terkait dengan peningkatan kebahagiaan dan positive thinking. Ketika pekerjaan menumpuk, pencapaian tidak sesuai target aktivitas harian, maka sering kali mood menjadi turun dan akhirnya merambah kemana-mana. Sehingga emosi ini perlu dikelola dengan baik. Ada beberapa cabang dari keterampilan ini antara lain.
  • Aspek bercabang menjadi mengenali emosi, mengendalikan emosi, meredakan emosi, dan mengekspresikan emosi. Ilmu-ilmu ini yang harus dipelajari terlebih dahulu sebelum dipraktikkan.
  • Anger menegement merupakan bagian dari penerapan menejemen emosi. Ada beberapa langkah seperti time out, tunggu tenang, ekspresikan marah, berpikir sebelum bicara, pikirkan solusi, dan hindari penggunaan kata saya, aku, Nda dan laian-lain yang akan membuat suasan menjadi tidak menyenangkan.
  • Evaluasi merupakan bagian pengecekan apakah kita berjalan sesuai peta dan menuju ke tujuan atau tidak. Evaluasi ini bercabang menuju evaluasi diri dan evaluasi dari keluarga.

Demikian peta perjalanan saya. Semoga bisa terlaksana dengan baik dan sampai tujuan yaitu menjadi ibu, istri, pekerja, dan perempuan bahagia yang positif dan produktif....
Aamiin.....


Jan 7, 2020

Gaya Belajar "Aku Banget!"

Gaya belajar identik dengan karakter masing-masing orang. Ada yang standar ada juga yang unik, misalnya baru bisa belajar kalau sambil nonton TV. Iye kan ada! Pernah punya teman gitu. Kalau saya sih jelas, kalau sambil nonton TV ya gak jadi belajar pilih nonton TV, hihihi

Gaya belajar ini bisa berubah. Kenapa? karena bisa saja kita meneukan cara baru yang lebih nyaman. Seperti anak-anak, kebanyakan akan ke arah kinestetik, semua harus dicoba dulu, bergerak, dan diamati. Gaya ini bisa berubah seiring mereka sekolah dan mendapat lebih banyak ilmu dan pengalaman.

Gaya belajar memang ada teorinya seperti jenis visual, kinestetik, dan auditori. Tapi tidak menutup kemungkinan bisa di mix and match atau bahkan menggunakan keunikan tertentu yang sesuai "Aku banget". Kalau untuk saya pribadi tipe visual banget yang selalu bawa catatan dan bolpen kemana-mana.

Ilmu yang ingin dipelajari

Sebelumnya menentukan lebih detail bagaimana cara kita belajar nanti. Dalam kuliah ini saya diminta menuliskan ilmu apa yang ingin dikuasai untuk mendukung keterampilan. Berikut ilmu yang diharapkan dikuasai untuk 5 bulan ke depan.


ilmu yang ingin dipelajari

kilas balik ke minggu kedua http://www.pondokmumpuni.com/2019/12/temukan-terampilmu.html tentang 4 keterampilan yang ingin dipelajari yaitu membaca, menulis, mengelola emosi, dan mengelola waktu. Keempat keterampilan ini membutuhkan ilmu untuk mengasah keterampilan. Berdasarkan pemikiran saya, ilmu yang diperlukan adalah:

  1. membaca efektif --> terkait dengan bagaimana memaksimalkan waktu dan penyerapan pengetahuan dari apa yang kita baca. Tentu ini ada ilmunya.
  2. menulis produktif --> mempelajari ilmu terkait dengan bagaimana meningkatkan frekuensi, kualitas, dan efektifitas dalam menulis.
  3. psikologi anak dan dewasa --> ilmu ini akan membantu dalam menejemen emosi bagaimana agar kita bisa slow down dan tegangan tidak tinggi mendadak menghadapi keadaan sekitar.
  4. menejemen waktu --> tentu ilmu ini berkaitan dengan bagaimana menata waktu dan kegiatan yang tepat. Ilmu yang sangat cocok bagi saya untuk belajar mengendalikan banyaknya waktu terbuang percuma dengan aktivitas yang tidak penting.

Selanjutnya kita menentukan alasan, sumber belajar, dan bagaimana gaya cara belajar kita. Dibantu dengan gambar di bawah ini akan terlihat keterkaitan antar komponen.

Catatan Rencana Belajar




Tujuan Belajar

Sebelum belajar tentu perlu ditetapkan tujuan belajar. Dalam kuliah kali ini kita menetapkan sendiri tujuan belajar. Tujuan belajar:
"meningkatkan produktivitas, kualitas, efektivitas, dan tingkat kebahagiaan diri"

Plis jangan minta saya untuk menyusunnya sesuai format menyusun tujuan belajar yang benar (pola ABCD) seperti dalam RPP. Biarkan kali ini saya bebas membuatnya sesuka hati :D


Sumber Belajar

Sumber belajar sangat beragam. Dari manapun, dimanapun, dan dengan siapapun kita bisa belajar. Saya tidak bisa membatasi dari mana sumber ilmu saya dapatkan. sumber belajar yang akan saya gunakan bisa dari web, artikel, buku offline dan online, kuliah offline dan online, video, dan berbagai sumber belajar lain.


Cara Belajar

Saya merupakan tipe pebelajar visual, maka dari manapun belajarnya harus dicatat, dan jurnal ini adalah salah satu catatan saya. Sambil belajar saya membuat catatan kemudian menyusun rencana peneraapannya. Seperti kata teori belajar yang baik adalah Learning by doing, jadi apa yang kita dapatkan harus dipraktikkan. Setelah menyusun rencana, maka harus diterapkan dalam kegiatan sehari-hari. Selanjutnya kita evaluasi dan diperbaiki begitu seterusnya sampai aktivitas itu benar-benar mampu membuat kita disiplin dan istiqomah dalam menjalankannya.

Demikian catatan saya dalam Jurnal ketiga ini. Semangat belajar tentu akan terus ada. Belajar Sepanjang Hayat....


Solo, 7 Januari 2020





Terbaru

You are enough...

Ya, you are enough... Setiap orang punya hal yg diperjuangkan. Kita tidak bisa langsung menilai tentang pencapaian setiap orang hanya m...

Populer