Jan 26, 2019

Pohon Literasi Keluarga Mumpuni

Pohon Literasi Keluarga Mumpuni


Alhamdulillah....

Tantangan ber-literasi kali ini terselesaikan dengan baik. Hmm... Walaupun niat awal 15 hari, laporannya baru sampai hari 11. Hari selanjutnya jalan tanpa laporan. Harus disyukuri, kami ternyata bisa.

Siapa yang paling semangat bacanya? Mas Ozi. Iya, Mas baru bangun tidur sudah cari buku, mau makan, mau mandi, mau tidur, pokoknya buku itu sesuatu yang tidak bisa dipisahkan. Jadi kemanapun kami pergi, buku tidak pernah absen dari tas bundanya.

Adek juga suka dengan buku. Buka-buka buku kemudian bercerita sendiri. Hanya bedanya adek tidak terlalu betah berlama-lama dengan buku. Beda dengan Mas yang bisa berlama-lama.

Saya tentu senang sekali, Mas dan adek suka membaca. Yang lebih sulit adalah mempertahankannya. Bagaimana cara agar anak tetap menjadikan membaca sebagian aktovitas rutin dalam hidupnya? Bagaimana cara agar membaca ini bisa meningkat menjadi rajin menulis? Nah, saya lah yang harus belajar lagi. Yang terpenting mereka menjalaninya dengan rasa senang. Jika anak melakukan segala sesuatu dengan hati, maka semua akan berjalan dengan baik. Begitu kata buku yang kemarin saya baca.

Bagaimana dengan ayah dan bundanya? Kami benar-benar merasa ini tantangan yang akan memberikan manfaat besar. Kami berusaha keras. Alhamdulillah cukup berhasil menyelesaikan beberapa bab buku besar. Kami senang sekali. Semoga bisa kami lanjutnya.

Kemudian, di akhir tantangan perjuangan literasi ini, kami membuat pohon literasi. Pohon literasi ini kami buat untuk melihat berapa banyak buku yang telah kami baca. Dengan melihatnya kami harap bisa tambah semangat untuk membaca. Semoga bisa dilanjutkan. Bisa lebih kami rimbunkan. Bukan hanya daun tapi juga buahnya. Aamiin...

Penjelasan pohon literasi keluarga mumpuni:

  1. Pohon ini merupakan pohon kami sekeluarga. Setiap dahan mewakili satu orang. Ada 4 dahan yaitu ayah, bunda, Mas, dan Adek.
  2. Daun mewakili sub bab dari sebuah buku.
  3. Buah mewakili buku.
  4. Paling banyak buah (dalam hal ini adalah buku) adalah adek. Untuk ayah, bunda, dan Mas membaca sub bab buku, sehingga hanya ada satu buah.

Demikian pohon literasi kami kali ini. Semoga tambah semangat ber-literasi!


Kudus, 26 Januari 2019




No comments:

Post a Comment

Terbaru

Matematika logis? Aku suka!

Alhamdulillah satu lagi level telah dipelajari. Senang dapat ilmu baru. Level 6 ini adalah menstimulasi anak suka matematika. Walaupun k...

Populer