Jan 18, 2019

Pejuang Literasi Hari 7




Hari ke 7

“ayo yah, nanti kalau kita ketemu Mas aja main bareng”

“main apa?”

“baca buku”

Begitulah Mas ozi. Sudah menjadikan buku sebagai bagian aktivitas menyenangkan baginya. Setiap hari buku yang dicari, melihat gambarnya kemudian menceritakannya dengan bahasa sendiri. Saya sampai geli kalau Mas ini sudah mendongeng untuk adiknya, imajinasi dan bahasa yang digunakan unik. Dan hal yang lebih susah dari mengajari senang membaca adalah mempertahankan agar anak tetap senang membaca sampai tua nanti…


Ayah


Judul buku: Plant Physiology
Pengarang: Lincoln Taiz et al.

Plant recognize the pathogen molecule then commit the defense response


The picture above is describing the microbe-plant interaction during pathogen infection, especially in the initial recognition and in the plant surface. Plant can distinguish “self” or “non-self” molecule and recognize as a danger threat through the receptors. In the plant surface there are Receptor Like Kinase (RLKs) and Receptor Like Proteins (RLPs) while inside the cell there are Receptor Protein (R Protein) e.g. NBS-LRR which recognize the effector from pathogen.

On the plant surface, microbe produce cell wall degrading enzyme and some molecule such as chitin for fungi and flagella for bacteria which are absent in the host plant. That is why, plant can distinguish them as non-host molecule. Thereafter, plant commit the defense response, the immunity called MAMP-triggered immunity or generally PAMP-triggered immunity (PTI)

Since the microbes successfully enter to the plant cell, they produce effector for helping them to colonize the host plants. However, plants have also receptor of effector that can also trigger the plant immunity. This immunity called Effector triggered immunity (ETI).
Two mechanism of plants-microbe defense response (PTI and ETI) commonly also called Zig-Zag defense mechanism.

Catatan: ayah menjelaskan kembali gambar di atas dengan bahasa sendiri agar lebih mudah dipahami.


Bunda


Judul: Fitrah Based Education
Pengarang: Harry Santosa

Fitrah Komunal

Beberapa fitrah yang dibahas sebelumnya merupakan fitrah personal yang menyinggung fitrah internal dalam diri seseorang. Sedangkan fitrah komunal merupakan fitrah yang berhubungan dengan orang lain dan alam sekitar. Kedua fitrah ini harus berjalan beriringan agar individu benar-benar menjadi orang yang kuat dan bermanfaat.

Ayat Allah ada ayatul Qouliyah dan ayatul Kauniyah. Ayatul qouliyah tertuang dalam al quran dan hadist, sedangkan ayatul Kauniyah ada di alam semesta dan kehidupan. Keduanya juga harus berjalan bersama. Ayat qouliyah akan menjadi etika dan isyarat untuk meneiti Ayat kauniyah, sedangkan kauniyah menjadi bukti kebenaran Qouliyah.

Pendidikan yang baik tidak hanya memperhatikan konten sains, tapi juga konten agama. Begitu juga sebaliknya. Dan sebaik-baiknya pendidikan adalah mengaitkan konten agama, sains, dan fitrah anak. Diharapkan anak bersemangat dalam mengembangkan fitrah keimanan, belajar, bakat sehingga bermanfaat bagi alam dan kehidupan manusia.

belajar mengenal kebutuhan makhluk hidu lain

Saya merasa menjadi orang tua tidaklah mudah, tapi juga tidak bisa membuat saya menjadi putus asa. Harga yang dijanjikan untuk perjuangan mendidik anak tidaklah murah. Jika kita berhasil menumbuhkan anak berkualitas fitrah, sains, dan agama, maka bayaran yang kita dapat adalah kebermanfaatan yang sangat besar untuk umat. Harga yang sangat tinggi.


Mas dan Adek


Judul: Ensiklopedi anak hebat serangga
Penulis : Son Seung-hwi
Penerbit: PT. Bhiana Ilmu Populer

Kupu-kupu vs Ngengat

Akhir-akhir ini Mas tidak sabar untuk membaca buku sesuai urutan halaman. Mas lebih suka memilih gambar hewan terlebih dahulu baru minta dibacakan. Hari ini Mas belajar mengenal belalang ranting, belalang antenna panjang, dan ngengat. Ngengat dan kupu-kupu beda lho! Kalau kupu-kupu hinggap sayapnya akan ditutup, sedangkan ngengat sayapnya akan dibuka. Selain itu, sayap ngengat ada yang bisa menyebabkan iritasi jika sayap ngengat dipegang dan mengucek mata. Hati-hati ya!

Buku ensiklopedi serangga ini tak ada habisnya dibaca. Walau sudah dibaca atau dipelajari sebelumnya tetap saja menarik. Sayangnya buku ini adalah buk karangan penulis korea. Ada beberapa serangga yang hanya hidup di empat musim, jadi di Indonesia tidak ada. Sebagai contoh: Muljara Korea. Namun secara keseluruhan buku ini sangat menarik. Kami ingin mencari seri lain dari ensiklopedi anak ini.

Judul: Fun Fox
Penulis : Anang dan Lejar
Penerbit: Scritto books publisher

Hewan A-E

Fun Fox

Buku ini merupakan buku aktvitas. Tidak hanya membaca, buku ini dilengkapi dengan menggambar hewan, menulis huruf, dan berbahasa inggris. Nama dan habitat hewan. A untuk anjing B untuk beruang, C untuk cicak, D untuk Domba, dan E untuk Elang.

Buku yang recommended karena kita belajar banyak hal di sini. Deskripsi hewan pada aktivitas ini membantu saya untuk mengenalkan nama hewan dan menjelaskan informasi menarik terkait hewan tersebut. Anak bisa menggambar, mewarnai, dan memahami gambar.


Sragen, 18 Januari 2019



#harike7
#Tantangan10hari
#GameLevel5
#MenstimulasiAnakSukaMembaca
#kuliahBunSayIIP

No comments:

Post a Comment

Terbaru

Puasa di Negeri Sakura

Puasa di bulan Ramadhan merupakan ibadah yang selalu dinanti bagi muslim. Bagaimana tidak, bulan ini penuh berkah semua kebaikan ak...

Populer