Jan 14, 2019

Pejuang Literasi Hari 3



Hari ke 3

Hari ini kami semua dalam tantangan membaca masing-masing. Saya dan anak-anak hari ini melakukan perjalanan. Alhamdulillah anak-anak masih sempat membaca pagi hari. Saya malam hari setelah anak tidur. Dan suami di waktu istirahat makan siang menyempatkan membaca bukunya. Berikut review membaca kami hari ini.

Ayah

Judul buku: Plant Physiology
Pengarang: Lincoln Taiz et al.

Gene Expression
The size of the genome (the total amount of DNA in a cell, a nucleus, or an organelle) is related to the complexity of the organism. However, not all the DNA in a genome codes for genes.
The genome size in plants is highly variable, ranging from 1.5x108 bp in Arabidopsis to 1x1011 bp in Trillium. Plant genomes contain about 25,000 genes; by comparison, the Drosophila genome
contains about 12,000 genes.

The assumption is Arabidopsis thaliana contains about 100000 kb of DNA. Every 5 kb contains one gene. Therefore, for all genes is about 20000 genes.
Gene expression in Prokaryotic and Eukaryotic is different.

In prokaryotes, structural genes involved in related functions are organized into operons, such as the lac operon. Regulatory genes encode DNA-binding proteins that may repress or activate transcription. In inducible systems, the regulatory proteins are themselves activated or inactivated by binding to small effector molecules.

Similar control systems are present in eukaryotic genomes. However, related genes are not clustered in operons, and genes are subdivided into exons and introns. Pre-mRNA transcripts must be processed by splicing, capping, and addition of poly-A tails to produce the mature mRNA, and the mature mRNA must then exit the nucleus to initiate translation in the cytosol.
Despite these differences, most eukaryotic genes are regulated at the level of transcription, as in prokaryotes.

Gene expression in Prokaryotic (Lactose operon expression is the opposite of the Tryptophan operon)

Gene expression in Prokaryotic (Lactose operon expression is the opposite of the Tryptophan operon)

Gene expression in Prokaryotic (Lactose operon expression is the opposite of the Tryptophan operon)

Gene expression in Eukaryotic (Exon, Intron, and mRNA processing)


Bunda

Judul: Fitrah Based Education
Pengarang: Harry Santosa

Fitrah Belajar dan Nalar

Saya merasa memang sungguh nyata fitrah belajar dan nalar anak. Hal tersebut jelas terlihat ketika anak belajar merangkak, berjalan, makan, minum, dan berbicara. Bagaimana bayi kecil saya yang ketika lahir hanya bisa menangis sekarang sdah bisa merangkai 5 kata yang akan mengundang tawa rang sekitarnya.

Berdasarkan buku FBE karya Ust. Harry ini dijelaskan bahwa waktu paling baik untuk mengembangkan fitrah belajar dan analar adalah 7-12 tahun. Pada usia ini otak kanan dan kiri anak tumbuh seimbang, ego sentris berkembang ke sosio sentris, indera sensoris sudah tumbuh lebih sempurna, dan motivasi belajar anak juga dapat ditumbuhkan pada usia ini. Fitrah belajar dan nalar ini meliputi berkreasi, berinovasi, mengeksplorasi, dan meneliti.

Dalam buku ini juga disebutkan ada empat hal yang dapat merusak fitrah belajar dan nalar anak:
1.       Terlalu menyetir anak dalam belajar
2.       Memberikan materi yang sudah jelas bukan lagi discovery untuk mendapatkan pengetahuan
3.       Buku teks yang kaku, tidak lagi mengundang rasa ingin tahu
4.       Menggunakan kompetisi sebagai motivasi belajar, bukan karena memuaskan rasa ingin tahu

Anak unik dengan segala fitrah yang ada pada dirinya. Jika motivasi belajar pada anak menyala, maka pendidikan sedang berjalan. Anak akan menjadi pebelajar seumur hidupnya jika belajar didasarkan karena keinginannya sendiri.

Mas dan Adek menentukan apa dan bagaimana belajar mereka hari ini

Saya pribadi sangat setuju dengan pentingnya motivasi belajar yang ditumbuhkan dari dalam diri anak. Saya sering menggunakan istilah “belajar” untuk kegiatan bermain yang bertujuan. Saya berharap, istilah belajar bukan lagi istilah yang membosankan dan menakutkan bagi anak, melainkan hal yang menyenangkan untuk memuaskan rasa ingin tahunya. Saya mengikuti apa yang ingin dipelajari anak. Tidak ada target tinggi yang akan dicapai, tapi untuk rentang usia mereka kini yang terpenting perasan senang untuk belajar.


Mas dan Adek

Judul: Ensiklopedi anak hebat serangga
Penerbit: PT. Bhiana Ilmu Populer

Lalat

Sebenarnya lalat sudah dibaca kemarin, tetapi hari ini Mas ingin mengulanginya. Kemarin saya membelikan lup (kaca pembesar) mainan di pasar. Mas dan Adek sangat tertarik. Jadi hari ini mereka memutuskan untuk mempelajari lalat.

Lalat ini adalah hewan yang jorok karena suka dengan habitat kotor. Lalat akan makan, bertelur, dan melakukan sebagian metamrfosisnya di tempat yang kotor. Namun ternyata lalat juga hewan yang bersih lho! Terlihat ketika lalat sudah selesai makan, lalat suka membersihkan kakinya dengan cara menggosok-gosokkan kakinya. Dan masih ada beberapa fakta menarik lalat yang lain seperti lalat yidak bisa mengunyah makanan, tetapi menggunakan zat tertentu untuk membantunya makan. Hmmm…. Baca yuk!

lalat suka menggosok-gosokkan kakinya (sumber:giphy.com)

Bagaimana respon Mas dan adek? Mas tentu sangat antusias,  mencari lalat dan mengamatinya. Meminta yangkungnya untuk “membunuh” beberapa lalat untuk diamati. Adek mengikuti apa yang dilakukan Masnya. Sering dijelaskan Masnya bebrapa hal. Mungkin dia tidak paham, tapi setidaknya dia senang terlibat dalam kegiatan belajar dan tidak terlalu asing dengan beberapa kosakata yang disebutkan.

Alhamdulillah… semoga lebih semangat membaca untuk hari esok dan seterusnya…

Sragen, 14 Januari 2019


#harike3
#Tantangan10hari
#GameLevel5
#MenstimulasiAnakSukaMembaca
#kuliahBunSayIIP






No comments:

Post a Comment

Terbaru

Serba 5 dalam Mendongeng

Sungguh, saya termasuk ibu yang tidak pandai mendongeng. Ketika challange mendongeng ini diberikan, saya masih mencari-cari bagaimana sa...

Populer