Jan 31, 2019

Membaca? Suka ❤❤❤



Ada hal yang lebih sulit dibanding membuat anak suka membaca. Apa itu? Yaitu mempertahankan agar tetap gemar membaca atau bahkan meningkatkan minat baca menjadi juga gemar menulis. Fitrah anak adalah gemar belajar. Yakinlah fitrah itu benar. Yang membuat fitrah itu tidak berjalan dengan baik adalah perlakuan orang dewasa sekitarnya.

Seringkali Mas mengajak sy membacakan buku kesayangannya. Tapi cukup sering sy bilang nanti dengan berbagai alasan. Cukup adilkah sy? Tentu tidak baginya.

Game level ini menjadi game yang disukai Mas, dimana Mas bisa minta dibacakan buku pilihannya.  Kami juga membuat pohon literasi dimana Mas bisa tahu sebanyak apa Mas sudah membaca dan seberapa ingin dia menambah bacaannya. Mas sempat protes, kenapa adek memiliki banyak apel. Kemudian Mas bilang selain baca buku serangga, dia juga ingin membaca banyak buku lain agar memiliki banyak apel juga.

Dua pekan terakhir ini sy mengamati lebih dalam tentang kebiasaan membaca Mas dan Adek. Mas mempunyai tingkat kegemaran membaca lebih tinggi dibanding Adek. Keadaan apapun bukunya tidak tertinggal. Mas sering menghubungkan apa yang dibaca dengan apa yang dijumpai disekitarnya. Adek pun gemar membaca walau cepat bosan. Adek rajin sekali menanyakan ini itu. Mungkin karena usianya, si Adek belum banyak menghubungkan bacaan dengan sekitarnya.

Selanjutnya apa yang perlu kita lakukan? Menyediakan fasilitas. Sy dan suami sepakat, bahwa gemar membaca adalah hal penting yang ditanamkan sejak dini. Ada beberapa hal yang kami lakukan terkait menyediakan fasilitas agar anak gemar membaca antara lain:

  1. Memvariasikan bentuk buku. Jika biasanya buku ini hanya bisa dibuka per halaman, sering kami mencari buki jenis lain. Misal flip flap, buku terowongan, buku tebak-tebakan (jawaban ditutup kemudian bisa dibuka untuk melihat jawaban), buku transparan halamannya, dan jenis buku lain.
  2. Memvariasikan konten buku. Buku anak-anak pada umumnya tentang kisah Nabi, ajaran Islam, dan dongeng hewan. Nah, menurut kami perlu juga anak belajar tentang hal lain, misalnya serangga, pekerjaan, alat transportasi, bahkan kami memberikan peta dunia. Ternyata peta ini benar-benar menarik untuk anak!
  3. Memvariasikan suasana. Jika membaca biasa dilakukan di rumah, biar tidak bosan sy ajak anak ke taman, pinggir sawah, ke stasiun, kampus, atau tempat lain. Lebih senang lagi ketika kami ada buku yang pas. Misalnya tentang alat berat, kami bawa buku dan pergi ke tempat pembangunan jalan tol. Kami melihat dengan jarak aman agar bisa bertemu kendaraan nyata.
  4. Menggunakan worksheet. Bertujuan untuk mengetahui seberapa paham mereka dengan apa yabg dibaca. Sebagai contoh, kami menggunakan worksheet petualangan mencari serangga di sekitar rumah. Diberikan berbagai macam serangga, Mas dan Adek mencentang mana serangga yang ditemui. Ini tentu melibatkan informasi dimana serangga tersebut tinggal, makannya apa, dan lain-lain.
  5. Bermain peran. Kegiatan ini bertujuan sama dengan worksheet. Bermain peran bisa dilakukan dengan banyak media. Bisa menggunakan diri sendiri, mainan, origami, gambar, dan lain-lain.
  6. Berkunjung ke perpustakaan daerah atau perpustakaan bergerak. Selain mendapatkan berbagai buku baru, di perpustakaan kita akan bertemu dengan orang yang memiliki tujuan sama yaitu membaca. Nah, kita bisa menjelaskan bahwa banyak orang suka membaca dari anak-anak sampai orang tua. Bahkan di Jepang, membaca merupakan aktivitas rutin bagi lansia. Tak jarang sy parkir sepeda dengan para lansia yang membawa banyak buku. Terlihat dari jendela kaca yang besar, lansia duduk menikmati hangatnya matahari dan buku di tangan, tentu dengan wajah bahagia. Ini tentu menjadi pembelajaran menarik bagi Mas dan Adek.


Ada beberapa tahapan berbahasa yaitu mendengar, berbicara, membaca, dan menulis. Kita ikuti saja. Kami berupaya tidak mengajarkan anak bisa bicara, tapi gemar bicara agar apa yang diinginkan dapat kami mengerti. Tidak mengajarkan anak membaca, tapi gemar membaca. Saat ini Mas dan Adek membaca gambar, jika sudah siap pada saat yang tepat nanti mereka akan bisa membaca tulisan. Tidak perlu tergesa-gesa, jika anak siap insyaAllah akan dipermudah. Kita harus bersabar setahap demi tahap perkembangan bahasa anak. Yang terpenting kita selalu berada di samping mereka sebagai fasilitator.

Akhirnya kami bahagia dengan pilihan kami. Membaca adalah perintah pertama agar manusia bisa menjadi hamba yang taat dan bermanfaat. Karena tujuan membaca adalah kita bisa mengenal dii sendiri yang akhirnya kita bisa mengenal siapa sang Pencipta...



Kanazawa, 31 Januari 2019


Referensi:
Tim Fasilitator Bunda Sayang. 2019. Menstimulus Anak Suka Membaca. Materi Kuliah Bunda Sayang.

Jan 26, 2019

Pohon Literasi Keluarga Mumpuni

Pohon Literasi Keluarga Mumpuni


Alhamdulillah....

Tantangan ber-literasi kali ini terselesaikan dengan baik. Hmm... Walaupun niat awal 15 hari, laporannya baru sampai hari 11. Hari selanjutnya jalan tanpa laporan. Harus disyukuri, kami ternyata bisa.

Siapa yang paling semangat bacanya? Mas Ozi. Iya, Mas baru bangun tidur sudah cari buku, mau makan, mau mandi, mau tidur, pokoknya buku itu sesuatu yang tidak bisa dipisahkan. Jadi kemanapun kami pergi, buku tidak pernah absen dari tas bundanya.

Adek juga suka dengan buku. Buka-buka buku kemudian bercerita sendiri. Hanya bedanya adek tidak terlalu betah berlama-lama dengan buku. Beda dengan Mas yang bisa berlama-lama.

Saya tentu senang sekali, Mas dan adek suka membaca. Yang lebih sulit adalah mempertahankannya. Bagaimana cara agar anak tetap menjadikan membaca sebagian aktovitas rutin dalam hidupnya? Bagaimana cara agar membaca ini bisa meningkat menjadi rajin menulis? Nah, saya lah yang harus belajar lagi. Yang terpenting mereka menjalaninya dengan rasa senang. Jika anak melakukan segala sesuatu dengan hati, maka semua akan berjalan dengan baik. Begitu kata buku yang kemarin saya baca.

Bagaimana dengan ayah dan bundanya? Kami benar-benar merasa ini tantangan yang akan memberikan manfaat besar. Kami berusaha keras. Alhamdulillah cukup berhasil menyelesaikan beberapa bab buku besar. Kami senang sekali. Semoga bisa kami lanjutnya.

Kemudian, di akhir tantangan perjuangan literasi ini, kami membuat pohon literasi. Pohon literasi ini kami buat untuk melihat berapa banyak buku yang telah kami baca. Dengan melihatnya kami harap bisa tambah semangat untuk membaca. Semoga bisa dilanjutkan. Bisa lebih kami rimbunkan. Bukan hanya daun tapi juga buahnya. Aamiin...

Penjelasan pohon literasi keluarga mumpuni:

  1. Pohon ini merupakan pohon kami sekeluarga. Setiap dahan mewakili satu orang. Ada 4 dahan yaitu ayah, bunda, Mas, dan Adek.
  2. Daun mewakili sub bab dari sebuah buku.
  3. Buah mewakili buku.
  4. Paling banyak buah (dalam hal ini adalah buku) adalah adek. Untuk ayah, bunda, dan Mas membaca sub bab buku, sehingga hanya ada satu buah.

Demikian pohon literasi kami kali ini. Semoga tambah semangat ber-literasi!


Kudus, 26 Januari 2019




Jan 22, 2019

Pejuang Literasi Hari 11




Hari ke 11

Ayah


Judul buku: Plant Physiology
Pengarang: Lincoln Taiz et al.

Leaf Senescence may be sequential, seasonal, or stress-induced

Previous discussion was about leaf senescence based on the complexity of structure of plant.  Another classification is based on the cause and timing.

Leaf senescence can be occurred because the age of the leaf. Leaves’ age is varied in a plant. Young leaf in located near to growing tip and the oldest leaf near the base of shoot. This different causes a gradation of leaf senescence. This type is called Sequential senescence. This in one of the function of hormone and other growth factors.

Another senescence is Seasonal senescence, which is classified as the response of short daytime and cooler temperature. The gradation can be observed from one plant in sequentially different timing. For example, one plant (Populus tremula) is captured during September to October.

The last type is stress-induced senescence. This is caused by biotic or abiotic stress and can induced senescence prematurely. The senescence is occurred in the specific organ which is targeted by the stress. Among abiotic stress known to promote leaf senescence are drought, mineral deficiency, UV-B radiation, ozone, extreme temperature, highlight and darkness, while biotic stress are herbivore and pathogen infection.



Bunda


Judul: Fitrah Based Education
Pengarang: Harry Santosa

How to Start

Langkah pertama untuk memulai fitrah based education (FBE) adalah dengan tazkiyatunnafs (pensucian jiwa). Menurut Ust Harry Santosa, “ketenangan jiwa, baik sangka kepada Allah, keyakinan bahwa tidak anak yang dilahirkan buruk, akan membuat kita memiliki pensikapan yang baik dan benar terhadap pendidikan anak-anak kita”. Penting sekali kita sebagai orang tua harus melakukan tazkiyatunnafs. Dengan mensucikan jiwa, kita mengharap ridhaan Allah SWT agar mampu mendidik anak-anak kita menjadi generasi yang mantap.

Langkah selanjutnya adalah menyamakan visi dan misi keluarga. Dengan adanya kesatuan visi dan  misi, maka keluarga dapat saling membantu dan memainkan peran yang sesuai guna mencapai tujuan. Selanjutnya adalah dengan memahami framework. Kerangka kerja ata framework merupakan panduan umum pendidikan berbasis fitrah. Orang tua dapat merancang pendidikan anaknya menggunakan framework. Untuk lebih jelasnya dapat membaca buku ini. Buku ini dapat membantu kita menyadari masa-masa penting masing-masing fitrah dan tahapan.

“Parenting seharusnya tidak untuk  untuk menakut-nakuti orang tua tentang sulitnya mendidik anak. Parenting seharusnya untuk meyakinkan para orang tua betapa mudahnya mendidik anak, dan setiap orang tua mampu melakukannya. 
Modal utama mendidik anak adalah cinta dan ketulusan, dan itu adalah karunia Allah untuk setiap ayahbunda. Keduanya perlu dibangkitkan, bukan diajarkan. Jadi, mendidik anak itu mudah… mari kita didik sendiri anak-anak kita…”
-Adriano Rusfi-


Mas dan Adek


Judul: Ensiklopedi anak hebat serangga
Penulis : Son Seung-hwi
Penerbit: PT. Bhiana Ilmu Populer

Semut

Mas membaca banyak serangga. Satu serangga dibaca berulang kali. Tidak bosan. Kali ini yang paling menarik adalah semut. Semut memiliki empat kasta yaitu ratu semut, semut jantan, semut pekerja, dan semut tentara. Masing-masing mempunyai peran sendiri-sendiri. Seru ya!

semut pekerja (foto: kaskus.co.id)

Ketika mengetahui tentang informasi ini, mamas Zi terkejut. Ternyata semut lucu katanya. Berulang kali ditanyakan apa tugas semut tentara dan semut pekerja. Bagaimana membedakannya. Yang terlihat paling jelas adalah ketika semut-semut itu membawa makanan, maka itu adalah semut pekerja, hehe



Busy Airport
Published by Ladybird Books


Banyak sekali aktivitas yang kita lihat di bandara. Buku ini menceritakan berbagai informasi sederhana dan menarik untuk anak-anak. Urutan aktivitas mulai dari parker mobil, cek in, menunggu, sampai take off. Tipe flip flap bisa membuat interaksi anak dengan buku menjadi lebih menyenangkan. Anak bisa tah ata menebak aktivitas-aktivitas di bandara.

Saya sangat terbantu dengan buku ini. Beberapa kali penerbangan, saya selalu membawa buku ini. Buku ini digunakan sebagai panduan anak di bandara. Sebagai pengingat runtutan aktivitas di bandara. Bisa membuat anak-anak tertarik untuk aktivitas selanjutnya.


Sragen, 22 Januari 2019

#harike11
#Tantangan10hari
#GameLevel5
#MenstimulasiAnakSukaMembaca
#kuliahBunSayIIP

Jan 21, 2019

Pejuang Literasi Hari 10



Hari ke 10

Selepas dari sholat di mushola tadi, Mas terhenti. Dilihatnya sekumpulan bekicot sedang berkumpul. Kemudian mas berkata:
“Nda lihat ada banyak kekicot”
“bekicot serangga bukan Mas?”, tanya Nda.
“bukan!”
“mengapa bukan serangga?”, tanya Nda lagi.
“soalnya tidak punya kaki 6”, jawab Mas dengan cepat.
Berdasarkan obrolan singkat tersebut, ternyata Mas ada yang ‘nyantol’ di pemahamannya. Alhamdulillah….


Ayah


Judul buku: Plant Physiology
Pengarang: Lincoln Taiz et al.

Plant Senescence and Cell Death
Sometimes, we find the leaves of plant turned to yellow colour instead of the green. Usually, we assume that the yellow leaf will be fallen soon. Especially, the plants in the autumn session, most of their leaves are in yellow, orange, or red colour. However, it is not as simple as we assumed before.
Among biological terms, this phenomenon called senescence. It is one of the plant’s response toward shorter day length and cooler temperature. These two conditions lead to the senescence and abscission.

Senescence is an energy-dependent, autolytic process that is controlled by the interaction of environmental factors with genetically regulated developmental programs. It is likely close to necrosis, but it is different. Necrosis is usually defined as death that is directly caused by physical damage, poison, or other external factors.  While abscission refers to the separation of cell layers that occurs at the bases of leaves, floral parts, and fruits, which allows them to be shed easily without damaging the plants.

Based on the level of structural organization, there are three kinds of plants senescence.
  1. Programmed cell death (PCD) is general term referring to the genetically regulated death of individual cell. This is happened in the level of cell. PCD is an essential aspect of normal plant development, but it can also be induced in response to both biotic and abiotic stress.
  2. Organ Senescence is occurring in the level of organ (leaf, branches, flower, or fruit). Typically includes abscission of the senescing organ.
  3. Whole plant senescence involves the death of the entire plant. This process is not simple as occurring in the animal death. Plant death is more complex relating to the wide variety of plant’s age. Some plants only have short life time and others have thousand years life span. This is the complex function of the plant’s genetic program, nutrient, water availability, age, and other factors.

Those kinds of senescence based on the unit of plants. However, PCD is the basic genetic pathway or a common feature for all three types of senescence. 




Bunda


Judul: Fitrah Based Education
Pengarang: Harry Santosa

Naturing, Nurturing, & Kompetensi

Manusia lahir di bumi telah dibekali dengan sifat atau bawaan lahir yaitu fitrah (nature). Fitrah ini harus diimbangi dengan dalam menjalankan aktivitas (nurture).  Kedua hal tersebut (fitrah dan adab) harus dilengkapi dengan keterampilan (skill) dan pengetahuan (knowledge). Perpaduan keempat unsur tersebut yang akan membentuk kompetensi kuat agar anak bisa berperan produktif sesuai perannya di bumi. Orang tualah yang memiliki tanggung jawab terbesar dalam pembentukan kompetensi.

Keberadaan fitrah bukan satu-satunya faktor anak berhasil. Fitrah harus dikuatkan. Adab dan ilmu diperlukan. Sabagai contoh fitrah keimanan, kita bisa ajarkan adab kepada Allah, Rasulullah, dan kitab. Kemudian kuta ajari keterampilan sholat misalnya. Kita tambahkan pengetahuan tentang aqidah, tafsir, dan lain-lain.



Mas dan Adek


Judul: Ensiklopedi anak hebat serangga
Penulis : Son Seung-hwi
Penerbit: PT. Bhiana Ilmu Populer

Lebah dan angkut-angkut

Lebah merupakan serangga yang rajin. Dalam kelompokknya mereka melakuka pembagian tugas. Ada yang mencari madu, ada yang merawat larva, membersihkan rumah, bereproduksi, da nada yang berjaga menjadi tentara. Di sarang berbentk heksagonal, lebah merawat anaknya dan menyimpang madu.
Angkut-angkut berbeda dengan lebah. Angkut-angkut memiliki sarang yang unik berbentuk pinggang botol. Oleh karena itu angkut-angkut sering disebut ‘tawon pinggang botol’.  Di dalam rumah ini tersimpan telur dan persediaan makanan untuk larva angkut-angkut. Walau terlihat tertutup rapat, sarang angkut-angkut ini tetap teraliri udara kok. Ternyata beda ya rumahnya. Menarik bukan?

angkut-angkut dan sarang larvanya (foto: flickr.com)


Judul: Aku Bilang Bismillah
Penulis : Noor H. Dee
Penerbit: Mizan

Aku Bilang Bismillah

Naura dan Nabil sangat senang ketika bundanya membuatkan cupcake. Naura yang paling semangat dan buru-buru memakan cupcake. “Eh, Naura lupa ya bilang bismillah?” Nabil mengingatkan. Naura pun berhenti makan dan bilang bismillah. Mereka saling mengingatkan untuk mengucapkan bismillah untuk memulai aktivitas. Teman-teman apakah sudah bilang bismillah?


Buku ini full colour dan dilengkapi degan kuis yang menarik seperti menebak warna cupcake dan menghitung jumlah gelas. Gambar yang menarik dan ide cerita yang ringan membuat buku ini disukai anak-anak. Mas dan Adek dapat bercerita sendiri dengan melihat gambar di buku ini. Mas dan adek memiliki pengalaman yang menyenangkan dengan menerapkan bilang bismillah sebelum beraktivitas.


Sragen, 21 Januari 2019



#harike10
#Tantangan10hari
#GameLevel5
#MenstimulasiAnakSukaMembaca
#kuliahBunSayIIP


Jan 20, 2019

Pejuang Literasi Hari 9




Hari ke 9

Pagi ini kami bermain ke sawah. Bertemu dengan keong. Mencari di setiap sudut sawah. Memegang dan mengelusnya. Melihat bagaimana bentuknya. Bagaimana bentuk telurnya. Menemukan keong yang masih sangat kecil dan sudah besar. Kemudian mas berkata:

“kita beli buku tentang  keong ya Nda”

Sebuah kalimat sederhana, tetapi penuh makna untuk saya….

Ayah


Judul buku: Plant Physiology
Pengarang: Lincoln Taiz et al.

The main component of the Salicylic Acid signalling pathway for SAR have been identified

sumber: Plant Physiology

The main component is nonexpressor of PR gene 1 (NPR1) in correlation with NPR3 and NPR4 during the process. In the normal situation (prior to infection) there are little SA or there is no SA in the cell. NPR1 binds to NPR4 and degraded through the 26S Proteasome. During infection, in the around infected side, SA is highly accumulated and bind to NPR3 and NPR4. NPR3-SA and NPR1 are combined with Cul3 and ubiquitinated then degraded in 26S proteasome. Therefore, the transcription of PR gene is not occurred then the cell leads to cell death (Hypersensitive response). In contrast, in the distal side and organ, SA is much lower accumulated in the cell and bind to NPR4 and not enough to bind to NPR3. So that, the NPR1 is accumulated and activates the massive transcription of PR gene. 
  
This mechanism is also describing the role of SA in the process of cell death and SAR. In distal infection site can be more resistant to second or next infection because the accumulation of PR protein in the apoplast.


Bunda


Judul: Fitrah Based Education
Pengarang: Harry Santosa

Sistem Hidup membentuk Adab

Sistem hidup adalah panduan yang Allah berikan pada manusia dalam menjalani peran personal dan peran komunalnya. Ada tiga unsur yang membentuk peradaban menurut Malik Benabi yait manusia, tanah (firtah alam), dan masa (fitrah kehidupan). Ketiga unsur ini memerlukan katalisator yaitu agama untuk melahirkan peradaban yang beradab.

Berhubungan dengan adab, karakter pada manusia temasuk nurture (dibangun) atau nature (dilahirkan)? Dalam Islam sendiri ada dua tema pusat yaitu fitrah dan adab. Keduanya harus seimbang. Sehingga karakter manusia merupakan perpaduan nature dan nurture yang seimbang. Nature yang ditumbuhkan dengan baik akan mempunyai kinerja produktif, dan nurture yang dibangun dengan baik akan memberikan peran yang beradab.

Membaca buku ini semakin jauh, maka saya merasa semakin banyak hal yang tidak saya ketahui. Semakin banyak hal yang harus saya catat dan persiapkan. Menjadi orang tua tidaklah mudah. Namun harus terus diupayakan karena anak-anak kita akan menjadi generasi penerus di muka bumi. Menyeimbangkan fitrah dan adab adalah salah sat kuncinya. Tentu dengan menggunakan hati. Hati adalah penggerak niat dan menggerakkan hal lain. Maka ada satu cara: “lekatkan hati itu pada sang Pemilik hati, yaitu Allah”.


“Ketika berhasil mendidik hati untuk menjadi penggerak amal, maka selamat beristirahat wahai guru, karena murid Anda telah menjadi manusia berkesadaran. Sungguh hati itu sangat lembut, namun sekaligus sangat liar”
-Ust Adriano Rusfi-


Mas dan Adek


Judul: Ensiklopedi anak hebat serangga
Penulis : Son Seung-hwi
Penerbit: PT. Bhiana Ilmu Populer

Serangga Kamuflase

ayo terlihat tidak jika di gambar ini ada serangga? (sumber: pixabay.com)

Serangga sangat unik, ada yang berbentuk ranting, daun, dan juga seperti batang rumput. Serangga-serangga ini lebih banyak beraktivitas di malam hari untuk makan daun. Serangga ini pintar sekali berkamuflase. Hal ini membantu serangga melindungi diri dari musuh. Serangga kamuflase ini akan diam di semak-semak, rumput, atau pohon ketika musuh mendekat. Serangga ranting sendiri sangat unik. Dia akan melepaskan kakinya kemudian pergi ketika penyamarannya diketahui musuh mirip seperti cicak yang melepaskan ekornya. Pintar ya!

Sayangnya sampai sekarang Mas dan adek belum bertemu dengan serangga jenis ini. Penasaran sekali tentunya. Beberapa kali saya pernah bertemu dengan serangga daun. Bentuknya benar-benar mirip daun. Ada yang berwarna coklat da nada yang hijau. Penyamaran sempurna jika kita tidak benar-benar fokus untuk melihatnya.

Judul: Aku Sayang Adik
Penulis : Eka Wardhana dan M. Isnaeni
Penerbit: Mizan

Aku Sayang Adik

Buku ini mencerikan tentang Ali yang sangat menyayangi adiknya. Dalam buku ini disebutkan beberapa hal yang membuat Ali sangat menyayangi adiknya. Salah satunya karena adiknya sangat menggemaskan. Banyak tingkah polah adik Ali yang membuat Ali sangat sayang adiknya.

Buku ini merupakan buku yang saya berikan ke Mas sebelum adiknya lahir. Saya berharap Mas Ozi bisa sayang pada adiknya. Alhamdulillah Mas Ozi pun sayang adiknya (tentu dibarengi dengan usaha lain ya). Ketika buku ini beralih ke adiknya, maka saya pun membaliknya. Saya jelaskan ke adik bahwa Mas Ozi sangat sayang adik. Mas selalu menemani adik karena adik sangat lucu dan menggemaskan. Jadi Mas dan Adik harus saling menyayangi ya.


Sragen, 20 Januari 2019



#harike9
#Tantangan10hari
#GameLevel5
#MenstimulasiAnakSukaMembaca
#kuliahBunSayIIP



Jan 19, 2019

Pejuang Literasi Hari 8





Hari ke 8

“Mana buku serangga Nda?”

Pagi-pagi bangun cari buku. Mau lihat belalang, karena Mas lihat belalang di depan rumah. Mas mau memastikan bentuknya sama atau tidak. Alhamdulillah kalau senang dengan bukunya. Si Adek ngikutin aja Mas nya pergi. Sambil teriak-teriak belalang, si Adek kembali lagi ke halaman untuk melihat belalang dari dekat, tapi tak berani pegang, hehehe…

Hari ke 8 ini, kami masih berjuang. Sebenarnya ayah dan bundanya sih. Kalau anak-anaknya demen baca-baca buku berimajinasi. Tapi kami harus memberikan contoh gemar membaca dan tidak boleh kalah dengan anak dan juga.

Lanjut….

Ayah


Judul buku: Plant Physiology
Pengarang: Lincoln Taiz et al.

SAR dan ISR


A single pathogen attack may increase resistance to the next encounter. Salicylic acid is one of the signals produced as the response of the pathogen attack. Salicylic acid leads to systemic expression of Pathogen-related (PR) gene. PR protein is released and localized either in apoplastic or vacuole. This PR Protein is enhancing plant resistance to the next pathogen infection (Secondary infection). This Phenomenon called Systemic Acquired Resistance (SAR).

Another phenomenon is that induced systemic resistance (ISR). It is enhancing plant immunity by infected non-pathogenic microbe before pathogenic infection. It involves Jasmonic Acid and Ethylene.

This mechanism is uniquely happened in plants. If one leaf of a plant infected by microbe, then other leaves of this plant have ready and enhanced resistant against the same pathogen. It is likely identical to the human immune system, but different. In Human and most vertebrates, the immune system can be divided into innate immune system and specific immune system. Innate immunity is the general immune that can encounter pathogen attack and it does not need to be built in the human body. However, specific immunity should be induced by part of specific pathogen then the human can be resistant to such pathogen. This is the fundamental knowledge of vaccination. 


Bunda


Judul: Fitrah Based Education
Pengarang: Harry Santosa

Fitrah Komunal: Fitah Alam dan Fitrah Kehidupan

Fitrah alam adalah semua potensi yang Allah anugrahkan pada bumi dimana seseoarang tinggal. Fitrah kehidupan adalah semua potensi yang Allah berikan pada waktu kehidupan dimana seseorang ditakdirkan pada waktu tersebut. Kedua fitrah ini lebih banyak terkait dengan fitrah belajar dan fitrah bakat. Seseorang harus melihat dimana dia tinggal dan dalam masa apa dilahirkan. Ketika lahir di lingkungan nelayan, petani, pedagang, hendaknya berusaha memuliakan lingkungan sekitar kita dengan pengetahuan modern yang dimiliki. Ketika lahir pada masa sekarang dengan teknolgi yang serba canggih, mengapa tidak memanfaatkannya untuk memakmurkan alam di sekitar kita. Didiklah anak sesuai tempat dan waktunya. Mereka bukan hidup di tempat kecil kita dulu dan bukan di waktu kita dulu. Satu-satunya pendidikan yang tidak berubah adalah pendidikan tauhid dan aqidah.

Sungguh, ini seperti sesuatu yang mengingatkan saya. Apa yang telah kami lakukan pada lingkungan sekitar kami? Mengapa kami tidak banyak mengikuti perkembangan jaman sekarang untuk membantu memakmurkan tempat tinggal kami? Ketika membaca kisah ikan kaleng dan petani di buku FBE ini, saya merasa melangsa. Termenung, bagaimana cara mengembangkan fitrah alam dan fitrah kehidupan…

“Memayu Hayuning Sariro… Memayu Hayuning Bangsa… Memayu Hayuning Bawana…
Apapun yang dikerjakan seseorang harus bisa bermanfaan bagi dirinya sendiri, bermanfaat bagi bangsanya, dan juga bermanfaat bagi manusia di dunia pada umumnya”
-Ki Hadjar Dewantara -


Mas dan Adek


Judul: Ensiklopedi anak hebat serangga
Penulis : Son Seung-hwi
Penerbit: PT. Bhiana Ilmu Populer

Belalang Sembah

Belalang sembah mudah ditemukan di tempat yang hangat. Belalang sembah memangsa banyak jenis serangga dan hewan lain, termasuk cicak lho. Belalang sembah tidak mau memakan hewan yang sudah mati. Pertama-tama belalang sembah akan melumpuhkan syaraf lawan, kemudian memakannya. Oleh karena itu belalang sembah ditakuti hewan lain.

belalang sembah memangsa lebah (sumber foto: wikipedia)

Setelah membaca ini, saya diprotes oleh Mas. Selama ini saya bilang kalau makanan belalang sembah adalah daun. Ya Allah, ternyata memang benar bahwa lebih baik untuk tidak merasa tahu dan asal menjawab. Seharusnya saya lebih banyak membaca. Mas Ozi pada akhirnya mengajak saya banyak membaca buku ini biar tidak salah lagi. Aduh… maafkan ya Nak. Baca, baca, baca lagi ya Nda….

Judul: Domba dan Serigala
Penulis : Iput dan Oyas
Penerbit: Noura Books

seri odong-odong dongeng

Buku ini bercerita tentang serigala yang sangat kehausan. Ketika ingin minum di sumur, serigala terjatuh. Saat domba lewat dan melongok ke sumur, serigala punya ide yang tidak bagus. Akhirnya serigala bisa keluar sumur dengan mengorbankan domba. Domba masih tertinggal di sumur. Syukurlah, pada akhirnya serigala sadar dan membantu domba keluar dari sumur.

Berdasarkan cerita tersebut, adek belajar mana yang baik dan mana yang tidak. Hidup harus saling tolng menolong. Tidak perlu menggunakan cara yang tidak baik hanya untuk kepentingan pribadi. Kalau minta tolong dengan cara baik-baik Insyaallah akan ditolong.

Tak lama kemudian terdengar kalimat, Mas tolong… adek minum…

Kami pun tertawa.



Sragen, 19 Januari 2019



#harike8
#Tantangan10hari
#GameLevel5
#MenstimulasiAnakSukaMembaca
#kuliahBunSayIIP

Jan 18, 2019

Pejuang Literasi Hari 7




Hari ke 7

“ayo yah, nanti kalau kita ketemu Mas aja main bareng”

“main apa?”

“baca buku”

Begitulah Mas ozi. Sudah menjadikan buku sebagai bagian aktivitas menyenangkan baginya. Setiap hari buku yang dicari, melihat gambarnya kemudian menceritakannya dengan bahasa sendiri. Saya sampai geli kalau Mas ini sudah mendongeng untuk adiknya, imajinasi dan bahasa yang digunakan unik. Dan hal yang lebih susah dari mengajari senang membaca adalah mempertahankan agar anak tetap senang membaca sampai tua nanti…


Ayah


Judul buku: Plant Physiology
Pengarang: Lincoln Taiz et al.

Plant recognize the pathogen molecule then commit the defense response


The picture above is describing the microbe-plant interaction during pathogen infection, especially in the initial recognition and in the plant surface. Plant can distinguish “self” or “non-self” molecule and recognize as a danger threat through the receptors. In the plant surface there are Receptor Like Kinase (RLKs) and Receptor Like Proteins (RLPs) while inside the cell there are Receptor Protein (R Protein) e.g. NBS-LRR which recognize the effector from pathogen.

On the plant surface, microbe produce cell wall degrading enzyme and some molecule such as chitin for fungi and flagella for bacteria which are absent in the host plant. That is why, plant can distinguish them as non-host molecule. Thereafter, plant commit the defense response, the immunity called MAMP-triggered immunity or generally PAMP-triggered immunity (PTI)

Since the microbes successfully enter to the plant cell, they produce effector for helping them to colonize the host plants. However, plants have also receptor of effector that can also trigger the plant immunity. This immunity called Effector triggered immunity (ETI).
Two mechanism of plants-microbe defense response (PTI and ETI) commonly also called Zig-Zag defense mechanism.

Catatan: ayah menjelaskan kembali gambar di atas dengan bahasa sendiri agar lebih mudah dipahami.


Bunda


Judul: Fitrah Based Education
Pengarang: Harry Santosa

Fitrah Komunal

Beberapa fitrah yang dibahas sebelumnya merupakan fitrah personal yang menyinggung fitrah internal dalam diri seseorang. Sedangkan fitrah komunal merupakan fitrah yang berhubungan dengan orang lain dan alam sekitar. Kedua fitrah ini harus berjalan beriringan agar individu benar-benar menjadi orang yang kuat dan bermanfaat.

Ayat Allah ada ayatul Qouliyah dan ayatul Kauniyah. Ayatul qouliyah tertuang dalam al quran dan hadist, sedangkan ayatul Kauniyah ada di alam semesta dan kehidupan. Keduanya juga harus berjalan bersama. Ayat qouliyah akan menjadi etika dan isyarat untuk meneiti Ayat kauniyah, sedangkan kauniyah menjadi bukti kebenaran Qouliyah.

Pendidikan yang baik tidak hanya memperhatikan konten sains, tapi juga konten agama. Begitu juga sebaliknya. Dan sebaik-baiknya pendidikan adalah mengaitkan konten agama, sains, dan fitrah anak. Diharapkan anak bersemangat dalam mengembangkan fitrah keimanan, belajar, bakat sehingga bermanfaat bagi alam dan kehidupan manusia.

belajar mengenal kebutuhan makhluk hidu lain

Saya merasa menjadi orang tua tidaklah mudah, tapi juga tidak bisa membuat saya menjadi putus asa. Harga yang dijanjikan untuk perjuangan mendidik anak tidaklah murah. Jika kita berhasil menumbuhkan anak berkualitas fitrah, sains, dan agama, maka bayaran yang kita dapat adalah kebermanfaatan yang sangat besar untuk umat. Harga yang sangat tinggi.


Mas dan Adek


Judul: Ensiklopedi anak hebat serangga
Penulis : Son Seung-hwi
Penerbit: PT. Bhiana Ilmu Populer

Kupu-kupu vs Ngengat

Akhir-akhir ini Mas tidak sabar untuk membaca buku sesuai urutan halaman. Mas lebih suka memilih gambar hewan terlebih dahulu baru minta dibacakan. Hari ini Mas belajar mengenal belalang ranting, belalang antenna panjang, dan ngengat. Ngengat dan kupu-kupu beda lho! Kalau kupu-kupu hinggap sayapnya akan ditutup, sedangkan ngengat sayapnya akan dibuka. Selain itu, sayap ngengat ada yang bisa menyebabkan iritasi jika sayap ngengat dipegang dan mengucek mata. Hati-hati ya!

Buku ensiklopedi serangga ini tak ada habisnya dibaca. Walau sudah dibaca atau dipelajari sebelumnya tetap saja menarik. Sayangnya buku ini adalah buk karangan penulis korea. Ada beberapa serangga yang hanya hidup di empat musim, jadi di Indonesia tidak ada. Sebagai contoh: Muljara Korea. Namun secara keseluruhan buku ini sangat menarik. Kami ingin mencari seri lain dari ensiklopedi anak ini.

Judul: Fun Fox
Penulis : Anang dan Lejar
Penerbit: Scritto books publisher

Hewan A-E

Fun Fox

Buku ini merupakan buku aktvitas. Tidak hanya membaca, buku ini dilengkapi dengan menggambar hewan, menulis huruf, dan berbahasa inggris. Nama dan habitat hewan. A untuk anjing B untuk beruang, C untuk cicak, D untuk Domba, dan E untuk Elang.

Buku yang recommended karena kita belajar banyak hal di sini. Deskripsi hewan pada aktivitas ini membantu saya untuk mengenalkan nama hewan dan menjelaskan informasi menarik terkait hewan tersebut. Anak bisa menggambar, mewarnai, dan memahami gambar.


Sragen, 18 Januari 2019



#harike7
#Tantangan10hari
#GameLevel5
#MenstimulasiAnakSukaMembaca
#kuliahBunSayIIP

Pejuang Literasi Hari 6




Hari ke 6

Hari ini hujan dari sore sampai malam. Aktivitas anak-anak lebih banyak yang indoor. Buku adalah salah satunya. Buka buku satu kemudian buka buku lain. Begitu seterusnya. Sering saya diam ketika Mas mulai bercerita ke adek. Mas mengarang kata-kata sendiri bukan apa yang tertulis karena belum bisa baca. Kami sepakat meyakini bahwa membaca buku (baca: menceritakan) sangat berpengaruh pada kemampuan literasi. Banyak anak yang pandai membaca, tetapi tidak paham apa yang dibaca. Maka, Mas dan Adek kami arahkan ke gemar membaca (gambar) buku terlebih dahulu sampai mereka siap untuk benar-benar belajar membaca buku.

Ayah


Judul buku: Plant Physiology
Pengarang: Lincoln Taiz et al.

Pathogens produce effector molecules that help colonization in their host plants

Effectors are molecules that change the plant’s structure, metabolism, or hormonal regulation to help pathogens' invasion.
Three major classes of effector are Enzyme, Toxins, and growth regulator.
Some pathogen produce enzyme that can degrade plant cuticle and cell wall (Primer and seconder). For example: cutinases, cellulases, xylanases, pectinases, and polygalacturonases. Many pathogens also produce toxin, for example HC-Toxin from the fungus Cochlioboluc carbonum and Fusicoccin form the fungus Fusicoccum amygdali. Each toxin has very specific function to the advantage of the pathogen.

Some pathogens also produce effector molecules that significantly interfere with the hormonal balance of the host plants. For example: Fungus Gibberella fujikuroi produces gibberellic acid (GA3). It causes infected rice shoots to grow much faster relative to uninfected rice.

My notes:
Fusarium graminearum and F. sporotrichoides also procude mycotoxin to infect the host plants. They produce trichothecenes mycotoxin. F. graminearum produce DON toxin, while F. sporotrichoides produce T-2 toxin.

Trichothecenes is large family of mycotoxin and divided into three groups:
Group A: T-2 toxin and HT-2 toxin
Group B: Deoxynivalenol (DON), 3- and15-acetyldeoxynivalenol, Nivalenol and Fusarenon-X
Group C: Roridin A and Verrucarin A

DON
Generic name: Deoxynivalenol
Molecular weight: 296.13
Molecular formula: C15H20O6
 

Trichothecene mycotoxins act on serotonin-mediated neurons and induce anorexia and vomiting. In addition, they inhibit the protein synthesis system by binding to the ribosomal 60S subunit, and the effect appears notably in the bone marrow, mucosal epithelia of the digestive tract, and skin, that are regions of active cell division. Moreover, they induce apoptosis in cells in the immune system, and stimulate the production of inflammatory cytokines.

Bunda


Judul: Fitrah Based Education
Pengarang: Harry Santosa

Fitrah Perkembangan

Setiap tahap perkembangan manusia berkorelasi dengan dimensi waktu dan dimensi kehidupan. Tidak berlaku kaidah “semakin cepat semakin baik”, namun juga usahakan jangan terlambat. Hal tersebut seperti tumbuhnya tanaman, kapan mulai ditanam, bertunas, tumbuh daun, dan seterusnya. Pendidikan sangat berperan penting dalam menumbuhkan fitrah sesuai dengan tahapan perkembangannya.

Goden age tidak hanya saja pada usia 0-5 tahun pertama kehidupan, melainkan sepanjang hayat sesuai dengan perkembangan fitrah tertentu. Namun dalam pendidikan anak, usia 0-7 tahun adalah golden age fitrah keimanan, usia 7-10 tahun adalah golden age bagi fitrah belajar, dan 10-14 tahun adalah golden age fitrah bakat anak.

Berdasarkan hasil membaca fitrah perkembangan hari ini, saya meyakini bahwa yang terpenting kita menjaga dan menumbuhkan fitrah sesuai perkembangannya. Tidak perlu saya risau jika anak lain bisa membaca, berhitung, bersikap baik di sekolah, dan lain-lain. Kami (saya dan suami) sepakat untuk memulai pendidikan formal sesuai dengan kemauan anak dan usia yang disarankan.
Buku ini memberikan banyak inspirasi dan petunjuk bagaimana mendidik anak yang tepat sesuai fitrah perkembangan. Setiap tahapan perkembangan anak dijelaskan apa yang sebaiknya kita siapkan untuk anak dan bagaimana memandu pendidikan anak sesuai usianya. Buku ini benar-benar bisa membuat kami bersemangat untuk berusaha menjadi orang tua yang baik. Kami memang belum menjadi orang tua yang baik untuk Mas dan Adek, tapi kami tidak mau berhenti untuk berusaha memberikan yang terbaik.

“kenyangkan hak anak pada waktunya, maka ia melaksanakan kewajibannya pada waktunya.
Kehidupan bagaikan lari marathon, dan akhir lebih penting dari permulaan.
Tak ada anak yang mencintai shalat, namun jika dia mencintai Allah, maka dia akan menegakkan halat dengan penuh kecintaan.
“misi pendidikan kita adalah membentuk muslim kaaffah, bukan membentuk muslim spesialis agama”
-Adriano Rusfi-

Mas dan Adek


Judul: Ensiklopedi anak hebat serangga
Penerbit: PT. Bhiana Ilmu Populer

Kupu-kupu

Kupu-kupu merupakan hewan yang disukai sekaligus membuat orang merinding. Ketika masih menjadi larva kupu-kupu berbentuk ulat, dan ketika dewasa menjadi kupu-kupu yang cantik. Banyak spesies kupu-kupu di dunia ini. Festival kupu-kupu ini yang paling banyak ditemukan dibanding jenis serangga yang lain. Kupu-kupu merupakan contoh jelas dari metamorphosis sempurna serangga. Jika pada waktu hujan serangga lain berteduh, kupu-kupu berbeda. Kupu-kupu akan terus terbang untuk mencari nectar. Hebat ya kupu-kupu.
kupu-kupu (sumber: giphy.com)

Hari ini mas membaca lebih banyak jenis serangga sebenarnya, antara lain kecoa, kutu, kumbang macan, dan anggang-anggang. Namun, kupu-kupu adalah serangga yang paling diingat hari ini. Dia kagum bagaimana kupu-kupu pada awalnya berbentuk ulat? Bukankah sangat berbeda. Ulat tidak punya sayap katanya. Ini serperti signal untuk saya untuk mengamati perkembangan metamorphosis kupu-kupu untuk Mas. Tapi apalah daya, melihat ulat saja saya kabur karena geli. Dari sinilah, saya mencerikan betapa hebatnya kuasa Allah. Kita sebagai hamba wajib bersyukur dan menjaga apa yang Allah anugrahkan pada kita. kita jaga lingkungan agar hewan sekitar bisa hidup dengan senang berdampingan dengan manusia. Mas manggut-manggut. Dalam hati saya berharap manggut-manggutnya Mas adalah paham, ya Nak J

Judul: Korenaani –norimono-
Penerbit: Iwasaki Shoten-Japan
Pengarang: Kotomo Wada dan Michiyo Morita

Berbagai alat transportasi

Pada awalnya, anak akan diberi clue seperti suara atau keterangan khusus dan potongan gambar alat transportasi tertentu. Selanjutnya anak diminta menebak, kira-kira apa ya alat transportasi yang dimaksud. Setelah anak menjawab, anak bisa membuka halaman tersembunyi dan mengecek kebenaran jawaban anak.

buku yang bisa mengecek jawaban secara mandiri 

Buku ini sangat menarik. Ada potongan lampu mobil (pemadam kebakaran), simbol mobil (ambulan misalnya), bagian rel, atau alat pengeruk. Anak bisa menebak dan mengecek sendiri jawabnnya. Orang tua cukup menemani dan menjawab pertanyaan anak terkait dengan informasi kendaraan tersebut. Adek yang berusia 2 tahun, sudah mampu memanfaatkan buku ini sendiri.

ilustrasi dua rel dan monorel

Mas yang juga ikut membaca buku ini dengan adek bisa mengilustrasikan lebih baik. Ketika sampai pada alat transportasi monorel, mas bertanya mengapa rel hanya satu tidak seperti kereta lain. Maka saya menjelaskan bahwa arti kata ‘mono’ adalah satu. Itu yang membuat monorel istimewa. Mas pun mengambil lego dan mengilustrasikan bagaimana kereta biasa yang menggunakan dua rel dan satu rel, dimana letak roda, dan bagaimana caranya berjalan. Sungguh, ini merupakan hal yang menyenangkan ketika anak bisa berimajinasi lebih dalam membaca buku.

Sragen, 17 Januari 2019

#harike6
#Tantangan10hari
#GameLevel5
#MenstimulasiAnakSukaMembaca
#kuliahBunSayIIP

Terbaru

Serba 5 dalam Mendongeng

Sungguh, saya termasuk ibu yang tidak pandai mendongeng. Ketika challange mendongeng ini diberikan, saya masih mencari-cari bagaimana sa...

Populer