Jul 31, 2019

Serba 5 dalam Mendongeng



Sungguh, saya termasuk ibu yang tidak pandai mendongeng. Ketika challange mendongeng ini diberikan, saya masih mencari-cari bagaimana saya mendongeng. Muncul berbagai pertanyaan yang saya lontarkan baik ke diri sendiri maupun ke group, termasuk pertanyaan-pertanyaan aneh tentang bolehkah kita mendongeng tentang manfaat rambut kucing, hahahaha

Pengerjaan tugas mendongeng saya pun sangat beragam dengan kata lain tidak konsisten. dari yang awalnya dari buku, bisa lanjut ke alat panen di sawah samping rumah, ada juga donat, bus, mengarang cerita kuman jahat, sampai alat panah. Nah, dari challange kali ini saya bisa menyampaikan beberapa hal yang saya pelajari dari mendongeng kemarin supaya mendongeng selanjutnya lebih asyik. Yuk disimak!

5 Persiapan Mendongeng:

  1. Aanalisis kebutuhan anak. Ada kalanya anak kita malas sikat gigi, atau mengompol, bahkan mogok makan. Nah, tema mendongeng dapat kita sesuaikan. 
  2. Susun jadwal mendongeng. Hal ini membuat kita lebih siap. Jadi tidak bingung-bingung tuh ya ketika akan mendongeng
  3. Siapkan bahan mendongeng. Setelah jadwal siap maka bahan, termasuk buku atau media, yang akan digunakan dalam mendongeng juga harus disiapkan.
  4. Perbanyak referensi tentang mendongeng dan medianya, jadi kita tidak krik-krik dan anak-anak bisa lebih fun!
  5. Informasikan ke anak bahwa kita akan punya jadwal mendongeng! sehingga anak-anak akan tertarik.

5 hal dalam mendongeng:
  1. Pilih waktu yang tepat. Bisa sebelum tidur atau kita mood anak sedang bagus
  2. Berikan pendahuluan tentang mendongeng hari ini. Jika ada media yang digunakan, lebih baik perkenalkan dulu
  3. Cobalah mendongeng dengan cara yang berbeda setiap sesinya. Bisa variasi media, tema, bahkan yang menarik intonasi suara dan ekspresi Ibu benar-benar akan mempengarungi ketertarikan anak.
  4. Berikan pesan moral pada bagian akhir mendongeng
  5. Minta anak untuk memberikan tanggapan pada setiap sesi mendongeng. Ini bisa menjadi evaluasi tentang cara mendongeng kita .
5 manfaat mendongeng:
  1. Mempererat hubungan orang tua dan anak
  2. Memperbanyak pengetahuan anak. Karena dalam mendongeng terdapat banyak pelajaran bagi anak. Misal alasan mengapa anak harus menggosok gigi.
  3. Meningkatkan imajinasi anak dengan cara yang menyenangkan
  4. Meningkatkan kemampuan berbahasa anak
  5. berharap dapat membangun karakter anak

Jadi, hal-hal itulah yang saya pelajari selama challange mendongeng kemarin. Bagian tersulit adalah memutuskan mau mendongeng apa kita hari ini? bagian terbaik adalah ketika anak tertarik dan bertanya banyak hal terkait apa yang kita ceritakan. Bagian yang paling indah adalah ketika pesan moral itu dilaksanakan oleh anak.

Inilah aliran rasa saya untuk T10 bagian "membangun karakter anak lewat dongeng".
Semoga berikutnya bisa makin baik dan semangat!

Jun 27, 2019

MEMICU KREATIVITAS ANAK

Bebaskan anak berkreasi

APA ITU KREATIF?
Banyak pengertian kreatif antara lain berpikir out of the box, membuat sesuatu yang berbeda dengan yang lain, melihat sesuatu dari sudut pandang yang lain.

Dalam KBBI, kreatif didefenisikan sebagai kemampuan untuk mencipta atau proses timbulnya ide baru.
Kreativitas adalah merupakan kemampuan untuk menciptakan sesuatu yang baru untuk memberi ide kreativ dalam memecahkan masalah atau sebagai kemampuan untuk melihat hubungan-hubungan yang baru antara unsur-unsur yang sudah ada sebelumnya.

APA SAJA KOMPONEN KREATIF?
Kreativitas menurut Rhodes ada 4 jenis.. atau disebut Four P's Creativity
Person, Process, Press, Product. 
Person : pelakunya
Process : prosesnya
Press : Lingkungan yang mendorong
Product : hasilnya

CIRI BERPIKIR KREATIF

“mampu menemukan banyak kemungkinan jawaban terhadap suatu tantangan”
-ibu professional-

BAGAIMANA MEMICU KREATIVITAS?
Sebuah kreativitas bisa diciptakan jika ada Lingkungan yg mendorong

Dorongan ini bisa berupa internal maupun eksternal

"Tekanan" dari dalam : motivasi
"Tekanan" dari luar : dorongan dari Lingkungan


CARA MENINGKATKAN BERPIKIR KREATIF
1.   Don’t Assume
Coba kita berpikir dengan sudut pandang anak-anak bukan orang dewasa. Biarkan anak menyampaikan idenya terlebih dahulu secara clear (jelas) dan tugas kita untuk CLARIFY (konfirmasi)

2.   Ubah focus, geser sudut pandang kita
Jangan tergesa-gesa mengingatkan anak. Coba kita tunggu dulu kira-kira apa yang dipikirkan anak.

3.   Outside the box thinking
Jangan batasi pengalaman anak seperti pengalaman masa kecil kita. Jaman sudah berubah, ilmu sudah berkembang. Berbagai pengalaman baru tentu bisa didapatkan anak menuju masa depan lebih baik.



PROSES KREATIVITAS
1.   Evolusi
Adanya ide baru yang didapatkan dari ide sebelumnya.

2.   Sintesis
Dua atau lebih ide yang digabungkan untuk mendukung ide yang baru

3.   Revolusi
Membuat hal baru yang belum ada sebelumnya.


PRAKTIK MEMICU KREATIVITAS ANAK

Ini adalah catatan tambahan saya dalam mengerjakan T10 pada level 9 ini. Anak-anak pada dasarnya sangat kreatif. Pikirannya tidak pernah berhenti berproses. Ada-ada saja ide yang muncul. Jika pada masa dewasanya nanti anak menjadi tidak kreatif, maka itu adalah akibat kelalaian orang dewasa sekitarnya.

Keratif diawali dengan inisiatif. Berikut cuplikan artikel yang saya dapat:

“Kita semua tentu sepakat bahwa setiap anak terlahir dengan keunikan masing-masing. Tapi apakah kita juga tahu kalau di balik keunikan tadi, semua anak pada dasarnya memiliki bibit kreatif yang sama. Coba saja amati, adakah anak balita yang tidak melakukan eksplorasi dan tidak pernah coba-coba? Adakah anak prasekolah yang tidak punya ide "gila" atau melakukan sesuatu dari hasil olah pikirnya sendiri? Jawabannya pasti semua balita suka bereksperimen dan senang dengan ide-ide "gila". Dengan kata lain, semua anak punya modal untuk menjadi individu kreatif. Tergantung bagaimana orangtua mengasuh, membimbing, dan me-rangsang kreativitasnya.

Menurut psikolog Mayke Tedjasaputra, M.Si, di usia ini anak memang sedang dalam masa inisiatif. Jadi, jangan heran kalau ada saja yang dilakukan si prasekolah yang sering kali benar-benar tak terpikirkan oleh kita. Misalnya, "Motor jadi lebih keren kalau punya roda empat." Pemikiran-pemikiran brilian seperti ini, bila dipupuk dengan baik sangat mungkin akan mengantar si prasekolah tumbuh menjadi anak kreatif. Jadi, istilah paling tepat untuk masa ini adalah usia penuh inisiatif yang kelak membuahkan kreativitas. "Kreatif memung-kinkan anak mampu mencipta-kan sesuatu yang orisinal. Sedangkan inisiatif merupakan keinginan untuk melakukan sesuatu atas kehendak sendiri," tambah Mayke.”

Mengamati cara berpikir anak-anak adalah hal yang menyenangkan. Beri mereka satu benda maka akan menjadi banyak hal di luar pemikiran kita.

Kemarin saya mencoba memberikan selang pada anak-anak. Mereka pun menjadikannya belalai gajah, batas lompat jauh, dan alat untuk telpon. Menyenangkan sekali sepertinya.

Jangan batasi imajinasi mereka. Biarkan. Awasi. Kontrol. Selama tidak membahayakan dan masih dalam norma kewajaran, maka jadilah penonton yang baik J

-Elok-

note: ini merupakan resume materi perkuliahan bunda sayang #4 ada level 9 Haiti mimic kreativitas anak

Apr 24, 2019

Puasa di Negeri Sakura




Puasa di bulan Ramadhan merupakan ibadah yang selalu dinanti bagi muslim. Bagaimana tidak, bulan ini penuh berkah semua kebaikan akan berkali lipat pahalanya. Dan, yang paling disukai, bagi saya khususnya, adalah pelaksanaannya dilakukan bersama-sama jadi rasanya penuh semangat untuk melakukan kebaikan.

Puasa di tanah air dengan di negeri sakura tentu beda. Ada suka dan duka. Tapi Alhamdulillah masih banyak sukanya. Apa saja perbedaannya keseruan puasa ramadhan di negeri sakura? Berikut cerita kami.


Puasa bersama sesama muslim




Di tanah air, muslim merupakan kaum mayoritas. Tentu berbeda dengan di Jepang. Muslim di sini menjadi minoritas. Tapi itu tidak menyusutkan semangat. Justru kami semakin semakin semangat. Kami bersama muslim lainnya dari berbagai negara seperti Pakistan, Bangladesh, Turki, Arab, Malaysia, dan beberapa negara lain melaksanakan ibadah puasa ramadhan. Kami merasa puasa menjadi tantangan, di saat kami melihat banyak orang makan dengan biasa kami berusaha teguh untuk tetap menjalankan perintahNya. Alhamdulillah Allah memberi banyak kemudahan.

Puasa di Jepang berada di akhir musim semi. Tentu ada perbedaan waktu siang dan malam dengan di tanah air. Tahun lalu kami puasa sekitar 15-17 jam dimana waktu siang lebih lama dibanding malam. Jadi harus banyak-banyak bersabar. Jika keluarga kita di tanah air belum bangun untuk sahur, kami sudah selesai sahur dan bisa jadi kita buka puasanya bersamaan. Alhamdulillah bisa dinikmati.


Menyambut Bulan Puasa




Di kota kami ada satu masjid, alhamdulillah. Walaupun jarak tempuh lumayan, tapi kami beruntung di banding teman kami yang tinggal di luar kota. Jadi kalau dimisalkan,dalam satu karisidenan hanya ada satu masjid. Nah, kami tinggal di kota yang ada masjidnya. Masjid Umar bin Al-Khottob. Mesjid istimewa di kota Kanazawa.

Di masjid inilah kami menyelenggarakan berbagai acara salah satunya Tarhib Ramadhan. Kegiatan intinya adalah tausiah dan maaf maafan. Baru minggu kemarin kami melaksanakannya. Rasanya senang sekali. Kita tidak pernah bertemu sebelumnya, tapi merasa menjadi saudara karena kami sesama muslim. Sungguh, Allah Maha Pengasih menjadikan kami saudara baik di sini.


Makanan sahur dan berbuka


Bumbu dasar yang disiapkan selama bulan ramadhan


Rutinitas memasak pun akan berubah. Menjadi ibu dan istri yang masih belajar memasak menjadi tantangan tersendiri. Menu sahur dan buka puasa diusakan menu sehat agar bisa kuat seharian. Akhirnya menggunakan beberapa strategi.

  1. Membuat stok bumbu siap pakai yang diracik sendiri. Ini akan sangat membantu agar bisa memasak lebih cepat. Bumbu yang dibuat antara lain bumbu putih, merah, kuning, dan sambel.
  2. Memasak satu kali untuk buka dan sahur. Kami pernah buka puasa jam 19.30.dan sahur jam 02.00. Dan paling cepat baru bisa tidur jam 22.00. Jadi makanan harus sudah tersedia, minimal sudah disiapkan tinggal menumis. Untuk anak-anak sy memasak sedikit untuk makan siang.
  3. Membuat daftar masakan. Ini sangat penting, terkait dengan bahan apa saja yang dibutuhkan dan ibu-ibu seringnya bingung mau masak apa. Jadi ini sangat membantu karena menu buka puasa tidak hanya menu utama, tapi juga ada cemilan dan makanan manis untuk pembuka.


Buka puasa bersama


Beberapa menu buka puasa di Masjid

Jika mendengar istilah ini kebanyakan dari kita akan membayangkan buber bareng di rumah makan atau tempat teman dengan menu yang bervariasi. Hmmm.... enak ya. Tapi di tempat kami lebih spesial. Kami bergotong royong untuk menyiapkan makanan berbuka. Bisanya sebelum ramadhan, kami akan mengisi list siapa yang dengan sukarela mau membuat bento dan cemilan pembukanya. Sekitar 100 pack untuk masing-masing, jadi satu orang bisa menyanggupi 10 pack bento. Semua makanan akan dikemas dalam wadah siap makan. Ada pula yang sukarela membelikan peralatan makan, minuman, dan plastik sampahnya.



Makan bersama di Masjid

Hari biasa (senin - jumat buka puasa bersama di kampus), dan untuk Sabtu dan Ahad bisa buka puasa di mesjid bersama keluarga. Spesial sekali buka puasa kami, selain karena menunya yang berbeda-beda (karena dimasak oleh banyak orang yang berbeda tiap harinya), kami buka puasa di mesjid, bersih-bersih, solat maghrib bersama, dilanjutkan solat isya dan tarawih dengan saudara seiman dari berbagai penjuru. Banyak cerita seru di sana.


Solat Tarawih




Puasa ramadhan tentu tidak lengkap tanpa solat tarawih. Solat tarawih dipimpin oleh imam yang berganti-ganti dari beberapa negara. Bacaannya 1 juz setiap harinya. Minggu terakhir biasanya, mesjid kedatangan hafidz untuk mengisi berbagai kegiatan di mesjid. Hafidz ini bisa dari negara manapun yang dikirim dari lembaga tertentu untuk membantu di mesjid-mesjid luar negeri.

Solat tarawih lebih banyak dilakukan di rumah untuk saya pribadi karena jarak tempuh yang lumayan dan membawa serta anak-anak di malam hari. Solat tarawih ini bisa dimulai jam 20.30 dan selesai jam 21.30 atau bahkan lebih tergantung waktu isya. Jadi suami yang ke masjid, sesekali saya dan anak-anak ikut.

Banyak sekali keseruan puasa di negeri sakura. Alhamdulillah bisa dinikmati hal-hal yang menyenangkan dan bisa terlewati dengan baik hal yang sulit. Pada akhirnya kami merayakan idul fitri bersama :)

Alhamdulillah Idul Fitri Pertama di  Masjid Kanazawa


Mengutip salah satu perkataan teman saya,

"tinggal di negeri minoritas muslim itu ada yang spesial. Kita akan menganggap semua muslim di sini seperti saudara, jika ada kesusahan kita akan membantu demgan semangat. Darimanapun mereka berasal"

Terkadang ketika kami berjalan dan bertemu orang berhijab maupun berpeci secara spontan akan senyum dan mengucapkan salam. Sungguh kebiasaan baru yang baik yang belum banyak kita terapkan di negeri sendiri.



Kanazawa, 24 April 2019

Feb 28, 2019

Matematika logis? Aku suka!



Alhamdulillah satu lagi level telah dipelajari. Senang dapat ilmu baru. Level 6 ini adalah menstimulasi anak suka matematika. Walaupun kemarin di tengah jalan sy sakit, tapi alhamdulillah masih tetap lanjut. Sebagai gantinya, kita coba terus praktikkan dalam kehidupan sehari-hari ya.

Jika berbicara matematika, tidak banyak dari kita bergidik dan ambil langkah mundur pelan-pelan atau bahkan ada yang lari. Namun kali ini kami belajar tentang matematika logis. Dan ternyata, matematika ini tidak hanya tentang angka, tapi lebih banyak mengajarkan logika. Percayalah, ini menyenangkan. Anak-anak suka.

"It's easy for kids — and parents! — to see math as a school activity. We often think it's just about counting or adding or learning math facts. But by exploring the interesting ways math shapes the world around us, we can help our children begin to think like mathematicians and learn to love math."
http://cms.pbskids.org/parents/child-development/age-3-math

Banyak manfaat dari membelajarkan matematika pada anak-anak. Tidak perlu berpikir yang rumit-rumit. Bahkan kemarin teman sekelas ada yang mengkaitkannya dengan agama. Bagus banget. Tentu masih banyak lagi yang keren idenya.

Di pbsParent ini, kita sebagai orang tua bisa mendapat pengarahan tentang apa saja sub matematika yang bisa dipelajari anak berdasarkan usia. Ada ide-ide games nya juga. Makasih ya kak Dian yang sudah sharing di grup kelas. Suka sekali.

Berikut salah satu manfaat belajar tentang pattern.

"Once you start looking for patterns, you will see them everywhere. There are patterns in colors, shapes, sounds, dances and even daily routines! Recognizing patterns is a skill that translates directly into
algebraic thinking, so by exploring these ideas now, you will be setting the stage for bigger math ideas later"

Ada 6 materi yang dipelajari dalam matematika (berdasar Pbs parents), yaitu angka dan menghitung, menyelesaikan masalah, pola, bentuk, keterampilan spasial, dan mengukur. Masing-masing memiliki manfaat jangka panjang.

Ketika mengetahui hal ini, sy baru paham. Mengapa dalam motessori hal awal yang dipelajari anak adalah pola. Bukan menghafal bagaimana cara mengurangi atau menambahkan. Karena pola ini akan melatih logika berpikir. Mengesankan bagi saya yang masih sedikit belajar tentang membelajarkan matematika.

Anak-anak juga suka menjalankan aktivitas tentang matematika logis ini. Dimanapun kami berada, selalu ada matematika di sana. Main perosotan di taman, kami hitung berapa anak tangga yang dinaiki. Mencari daun dan batu, lalu disusun berdasarkan pola. Menghitung jumlah mobil putih yang lewat. Banyak lagi aktivitas lain yang bisa kami lakukan tentang matematika.

Jadi, jangan mundur dulu ya. Buat anak cinta dulu. Karena masa kecil anak-anak harus tentang rasa suka. Biar kalau besar mereka juga gak mundur teratur. Hehehe...

Ada satu bagus tentang matematika. Kami meminjamnya di perpustakaan. Ada banyak hikmah yang saya pelajari dari buku ini. Semoga besok sempat diulas ya.



Kanazawa, 28 Februari 2019

Jan 31, 2019

Membaca? Suka ❤❤❤



Ada hal yang lebih sulit dibanding membuat anak suka membaca. Apa itu? Yaitu mempertahankan agar tetap gemar membaca atau bahkan meningkatkan minat baca menjadi juga gemar menulis. Fitrah anak adalah gemar belajar. Yakinlah fitrah itu benar. Yang membuat fitrah itu tidak berjalan dengan baik adalah perlakuan orang dewasa sekitarnya.

Seringkali Mas mengajak sy membacakan buku kesayangannya. Tapi cukup sering sy bilang nanti dengan berbagai alasan. Cukup adilkah sy? Tentu tidak baginya.

Game level ini menjadi game yang disukai Mas, dimana Mas bisa minta dibacakan buku pilihannya.  Kami juga membuat pohon literasi dimana Mas bisa tahu sebanyak apa Mas sudah membaca dan seberapa ingin dia menambah bacaannya. Mas sempat protes, kenapa adek memiliki banyak apel. Kemudian Mas bilang selain baca buku serangga, dia juga ingin membaca banyak buku lain agar memiliki banyak apel juga.

Dua pekan terakhir ini sy mengamati lebih dalam tentang kebiasaan membaca Mas dan Adek. Mas mempunyai tingkat kegemaran membaca lebih tinggi dibanding Adek. Keadaan apapun bukunya tidak tertinggal. Mas sering menghubungkan apa yang dibaca dengan apa yang dijumpai disekitarnya. Adek pun gemar membaca walau cepat bosan. Adek rajin sekali menanyakan ini itu. Mungkin karena usianya, si Adek belum banyak menghubungkan bacaan dengan sekitarnya.

Selanjutnya apa yang perlu kita lakukan? Menyediakan fasilitas. Sy dan suami sepakat, bahwa gemar membaca adalah hal penting yang ditanamkan sejak dini. Ada beberapa hal yang kami lakukan terkait menyediakan fasilitas agar anak gemar membaca antara lain:

  1. Memvariasikan bentuk buku. Jika biasanya buku ini hanya bisa dibuka per halaman, sering kami mencari buki jenis lain. Misal flip flap, buku terowongan, buku tebak-tebakan (jawaban ditutup kemudian bisa dibuka untuk melihat jawaban), buku transparan halamannya, dan jenis buku lain.
  2. Memvariasikan konten buku. Buku anak-anak pada umumnya tentang kisah Nabi, ajaran Islam, dan dongeng hewan. Nah, menurut kami perlu juga anak belajar tentang hal lain, misalnya serangga, pekerjaan, alat transportasi, bahkan kami memberikan peta dunia. Ternyata peta ini benar-benar menarik untuk anak!
  3. Memvariasikan suasana. Jika membaca biasa dilakukan di rumah, biar tidak bosan sy ajak anak ke taman, pinggir sawah, ke stasiun, kampus, atau tempat lain. Lebih senang lagi ketika kami ada buku yang pas. Misalnya tentang alat berat, kami bawa buku dan pergi ke tempat pembangunan jalan tol. Kami melihat dengan jarak aman agar bisa bertemu kendaraan nyata.
  4. Menggunakan worksheet. Bertujuan untuk mengetahui seberapa paham mereka dengan apa yabg dibaca. Sebagai contoh, kami menggunakan worksheet petualangan mencari serangga di sekitar rumah. Diberikan berbagai macam serangga, Mas dan Adek mencentang mana serangga yang ditemui. Ini tentu melibatkan informasi dimana serangga tersebut tinggal, makannya apa, dan lain-lain.
  5. Bermain peran. Kegiatan ini bertujuan sama dengan worksheet. Bermain peran bisa dilakukan dengan banyak media. Bisa menggunakan diri sendiri, mainan, origami, gambar, dan lain-lain.
  6. Berkunjung ke perpustakaan daerah atau perpustakaan bergerak. Selain mendapatkan berbagai buku baru, di perpustakaan kita akan bertemu dengan orang yang memiliki tujuan sama yaitu membaca. Nah, kita bisa menjelaskan bahwa banyak orang suka membaca dari anak-anak sampai orang tua. Bahkan di Jepang, membaca merupakan aktivitas rutin bagi lansia. Tak jarang sy parkir sepeda dengan para lansia yang membawa banyak buku. Terlihat dari jendela kaca yang besar, lansia duduk menikmati hangatnya matahari dan buku di tangan, tentu dengan wajah bahagia. Ini tentu menjadi pembelajaran menarik bagi Mas dan Adek.


Ada beberapa tahapan berbahasa yaitu mendengar, berbicara, membaca, dan menulis. Kita ikuti saja. Kami berupaya tidak mengajarkan anak bisa bicara, tapi gemar bicara agar apa yang diinginkan dapat kami mengerti. Tidak mengajarkan anak membaca, tapi gemar membaca. Saat ini Mas dan Adek membaca gambar, jika sudah siap pada saat yang tepat nanti mereka akan bisa membaca tulisan. Tidak perlu tergesa-gesa, jika anak siap insyaAllah akan dipermudah. Kita harus bersabar setahap demi tahap perkembangan bahasa anak. Yang terpenting kita selalu berada di samping mereka sebagai fasilitator.

Akhirnya kami bahagia dengan pilihan kami. Membaca adalah perintah pertama agar manusia bisa menjadi hamba yang taat dan bermanfaat. Karena tujuan membaca adalah kita bisa mengenal dii sendiri yang akhirnya kita bisa mengenal siapa sang Pencipta...



Kanazawa, 31 Januari 2019


Referensi:
Tim Fasilitator Bunda Sayang. 2019. Menstimulus Anak Suka Membaca. Materi Kuliah Bunda Sayang.

Jan 26, 2019

Pohon Literasi Keluarga Mumpuni

Pohon Literasi Keluarga Mumpuni


Alhamdulillah....

Tantangan ber-literasi kali ini terselesaikan dengan baik. Hmm... Walaupun niat awal 15 hari, laporannya baru sampai hari 11. Hari selanjutnya jalan tanpa laporan. Harus disyukuri, kami ternyata bisa.

Siapa yang paling semangat bacanya? Mas Ozi. Iya, Mas baru bangun tidur sudah cari buku, mau makan, mau mandi, mau tidur, pokoknya buku itu sesuatu yang tidak bisa dipisahkan. Jadi kemanapun kami pergi, buku tidak pernah absen dari tas bundanya.

Adek juga suka dengan buku. Buka-buka buku kemudian bercerita sendiri. Hanya bedanya adek tidak terlalu betah berlama-lama dengan buku. Beda dengan Mas yang bisa berlama-lama.

Saya tentu senang sekali, Mas dan adek suka membaca. Yang lebih sulit adalah mempertahankannya. Bagaimana cara agar anak tetap menjadikan membaca sebagian aktovitas rutin dalam hidupnya? Bagaimana cara agar membaca ini bisa meningkat menjadi rajin menulis? Nah, saya lah yang harus belajar lagi. Yang terpenting mereka menjalaninya dengan rasa senang. Jika anak melakukan segala sesuatu dengan hati, maka semua akan berjalan dengan baik. Begitu kata buku yang kemarin saya baca.

Bagaimana dengan ayah dan bundanya? Kami benar-benar merasa ini tantangan yang akan memberikan manfaat besar. Kami berusaha keras. Alhamdulillah cukup berhasil menyelesaikan beberapa bab buku besar. Kami senang sekali. Semoga bisa kami lanjutnya.

Kemudian, di akhir tantangan perjuangan literasi ini, kami membuat pohon literasi. Pohon literasi ini kami buat untuk melihat berapa banyak buku yang telah kami baca. Dengan melihatnya kami harap bisa tambah semangat untuk membaca. Semoga bisa dilanjutkan. Bisa lebih kami rimbunkan. Bukan hanya daun tapi juga buahnya. Aamiin...

Penjelasan pohon literasi keluarga mumpuni:

  1. Pohon ini merupakan pohon kami sekeluarga. Setiap dahan mewakili satu orang. Ada 4 dahan yaitu ayah, bunda, Mas, dan Adek.
  2. Daun mewakili sub bab dari sebuah buku.
  3. Buah mewakili buku.
  4. Paling banyak buah (dalam hal ini adalah buku) adalah adek. Untuk ayah, bunda, dan Mas membaca sub bab buku, sehingga hanya ada satu buah.

Demikian pohon literasi kami kali ini. Semoga tambah semangat ber-literasi!


Kudus, 26 Januari 2019




Jan 22, 2019

Pejuang Literasi Hari 11




Hari ke 11

Ayah


Judul buku: Plant Physiology
Pengarang: Lincoln Taiz et al.

Leaf Senescence may be sequential, seasonal, or stress-induced

Previous discussion was about leaf senescence based on the complexity of structure of plant.  Another classification is based on the cause and timing.

Leaf senescence can be occurred because the age of the leaf. Leaves’ age is varied in a plant. Young leaf in located near to growing tip and the oldest leaf near the base of shoot. This different causes a gradation of leaf senescence. This type is called Sequential senescence. This in one of the function of hormone and other growth factors.

Another senescence is Seasonal senescence, which is classified as the response of short daytime and cooler temperature. The gradation can be observed from one plant in sequentially different timing. For example, one plant (Populus tremula) is captured during September to October.

The last type is stress-induced senescence. This is caused by biotic or abiotic stress and can induced senescence prematurely. The senescence is occurred in the specific organ which is targeted by the stress. Among abiotic stress known to promote leaf senescence are drought, mineral deficiency, UV-B radiation, ozone, extreme temperature, highlight and darkness, while biotic stress are herbivore and pathogen infection.



Bunda


Judul: Fitrah Based Education
Pengarang: Harry Santosa

How to Start

Langkah pertama untuk memulai fitrah based education (FBE) adalah dengan tazkiyatunnafs (pensucian jiwa). Menurut Ust Harry Santosa, “ketenangan jiwa, baik sangka kepada Allah, keyakinan bahwa tidak anak yang dilahirkan buruk, akan membuat kita memiliki pensikapan yang baik dan benar terhadap pendidikan anak-anak kita”. Penting sekali kita sebagai orang tua harus melakukan tazkiyatunnafs. Dengan mensucikan jiwa, kita mengharap ridhaan Allah SWT agar mampu mendidik anak-anak kita menjadi generasi yang mantap.

Langkah selanjutnya adalah menyamakan visi dan misi keluarga. Dengan adanya kesatuan visi dan  misi, maka keluarga dapat saling membantu dan memainkan peran yang sesuai guna mencapai tujuan. Selanjutnya adalah dengan memahami framework. Kerangka kerja ata framework merupakan panduan umum pendidikan berbasis fitrah. Orang tua dapat merancang pendidikan anaknya menggunakan framework. Untuk lebih jelasnya dapat membaca buku ini. Buku ini dapat membantu kita menyadari masa-masa penting masing-masing fitrah dan tahapan.

“Parenting seharusnya tidak untuk  untuk menakut-nakuti orang tua tentang sulitnya mendidik anak. Parenting seharusnya untuk meyakinkan para orang tua betapa mudahnya mendidik anak, dan setiap orang tua mampu melakukannya. 
Modal utama mendidik anak adalah cinta dan ketulusan, dan itu adalah karunia Allah untuk setiap ayahbunda. Keduanya perlu dibangkitkan, bukan diajarkan. Jadi, mendidik anak itu mudah… mari kita didik sendiri anak-anak kita…”
-Adriano Rusfi-


Mas dan Adek


Judul: Ensiklopedi anak hebat serangga
Penulis : Son Seung-hwi
Penerbit: PT. Bhiana Ilmu Populer

Semut

Mas membaca banyak serangga. Satu serangga dibaca berulang kali. Tidak bosan. Kali ini yang paling menarik adalah semut. Semut memiliki empat kasta yaitu ratu semut, semut jantan, semut pekerja, dan semut tentara. Masing-masing mempunyai peran sendiri-sendiri. Seru ya!

semut pekerja (foto: kaskus.co.id)

Ketika mengetahui tentang informasi ini, mamas Zi terkejut. Ternyata semut lucu katanya. Berulang kali ditanyakan apa tugas semut tentara dan semut pekerja. Bagaimana membedakannya. Yang terlihat paling jelas adalah ketika semut-semut itu membawa makanan, maka itu adalah semut pekerja, hehe



Busy Airport
Published by Ladybird Books


Banyak sekali aktivitas yang kita lihat di bandara. Buku ini menceritakan berbagai informasi sederhana dan menarik untuk anak-anak. Urutan aktivitas mulai dari parker mobil, cek in, menunggu, sampai take off. Tipe flip flap bisa membuat interaksi anak dengan buku menjadi lebih menyenangkan. Anak bisa tah ata menebak aktivitas-aktivitas di bandara.

Saya sangat terbantu dengan buku ini. Beberapa kali penerbangan, saya selalu membawa buku ini. Buku ini digunakan sebagai panduan anak di bandara. Sebagai pengingat runtutan aktivitas di bandara. Bisa membuat anak-anak tertarik untuk aktivitas selanjutnya.


Sragen, 22 Januari 2019

#harike11
#Tantangan10hari
#GameLevel5
#MenstimulasiAnakSukaMembaca
#kuliahBunSayIIP

Jan 21, 2019

Pejuang Literasi Hari 10



Hari ke 10

Selepas dari sholat di mushola tadi, Mas terhenti. Dilihatnya sekumpulan bekicot sedang berkumpul. Kemudian mas berkata:
“Nda lihat ada banyak kekicot”
“bekicot serangga bukan Mas?”, tanya Nda.
“bukan!”
“mengapa bukan serangga?”, tanya Nda lagi.
“soalnya tidak punya kaki 6”, jawab Mas dengan cepat.
Berdasarkan obrolan singkat tersebut, ternyata Mas ada yang ‘nyantol’ di pemahamannya. Alhamdulillah….


Ayah


Judul buku: Plant Physiology
Pengarang: Lincoln Taiz et al.

Plant Senescence and Cell Death
Sometimes, we find the leaves of plant turned to yellow colour instead of the green. Usually, we assume that the yellow leaf will be fallen soon. Especially, the plants in the autumn session, most of their leaves are in yellow, orange, or red colour. However, it is not as simple as we assumed before.
Among biological terms, this phenomenon called senescence. It is one of the plant’s response toward shorter day length and cooler temperature. These two conditions lead to the senescence and abscission.

Senescence is an energy-dependent, autolytic process that is controlled by the interaction of environmental factors with genetically regulated developmental programs. It is likely close to necrosis, but it is different. Necrosis is usually defined as death that is directly caused by physical damage, poison, or other external factors.  While abscission refers to the separation of cell layers that occurs at the bases of leaves, floral parts, and fruits, which allows them to be shed easily without damaging the plants.

Based on the level of structural organization, there are three kinds of plants senescence.
  1. Programmed cell death (PCD) is general term referring to the genetically regulated death of individual cell. This is happened in the level of cell. PCD is an essential aspect of normal plant development, but it can also be induced in response to both biotic and abiotic stress.
  2. Organ Senescence is occurring in the level of organ (leaf, branches, flower, or fruit). Typically includes abscission of the senescing organ.
  3. Whole plant senescence involves the death of the entire plant. This process is not simple as occurring in the animal death. Plant death is more complex relating to the wide variety of plant’s age. Some plants only have short life time and others have thousand years life span. This is the complex function of the plant’s genetic program, nutrient, water availability, age, and other factors.

Those kinds of senescence based on the unit of plants. However, PCD is the basic genetic pathway or a common feature for all three types of senescence. 




Bunda


Judul: Fitrah Based Education
Pengarang: Harry Santosa

Naturing, Nurturing, & Kompetensi

Manusia lahir di bumi telah dibekali dengan sifat atau bawaan lahir yaitu fitrah (nature). Fitrah ini harus diimbangi dengan dalam menjalankan aktivitas (nurture).  Kedua hal tersebut (fitrah dan adab) harus dilengkapi dengan keterampilan (skill) dan pengetahuan (knowledge). Perpaduan keempat unsur tersebut yang akan membentuk kompetensi kuat agar anak bisa berperan produktif sesuai perannya di bumi. Orang tualah yang memiliki tanggung jawab terbesar dalam pembentukan kompetensi.

Keberadaan fitrah bukan satu-satunya faktor anak berhasil. Fitrah harus dikuatkan. Adab dan ilmu diperlukan. Sabagai contoh fitrah keimanan, kita bisa ajarkan adab kepada Allah, Rasulullah, dan kitab. Kemudian kuta ajari keterampilan sholat misalnya. Kita tambahkan pengetahuan tentang aqidah, tafsir, dan lain-lain.



Mas dan Adek


Judul: Ensiklopedi anak hebat serangga
Penulis : Son Seung-hwi
Penerbit: PT. Bhiana Ilmu Populer

Lebah dan angkut-angkut

Lebah merupakan serangga yang rajin. Dalam kelompokknya mereka melakuka pembagian tugas. Ada yang mencari madu, ada yang merawat larva, membersihkan rumah, bereproduksi, da nada yang berjaga menjadi tentara. Di sarang berbentk heksagonal, lebah merawat anaknya dan menyimpang madu.
Angkut-angkut berbeda dengan lebah. Angkut-angkut memiliki sarang yang unik berbentuk pinggang botol. Oleh karena itu angkut-angkut sering disebut ‘tawon pinggang botol’.  Di dalam rumah ini tersimpan telur dan persediaan makanan untuk larva angkut-angkut. Walau terlihat tertutup rapat, sarang angkut-angkut ini tetap teraliri udara kok. Ternyata beda ya rumahnya. Menarik bukan?

angkut-angkut dan sarang larvanya (foto: flickr.com)


Judul: Aku Bilang Bismillah
Penulis : Noor H. Dee
Penerbit: Mizan

Aku Bilang Bismillah

Naura dan Nabil sangat senang ketika bundanya membuatkan cupcake. Naura yang paling semangat dan buru-buru memakan cupcake. “Eh, Naura lupa ya bilang bismillah?” Nabil mengingatkan. Naura pun berhenti makan dan bilang bismillah. Mereka saling mengingatkan untuk mengucapkan bismillah untuk memulai aktivitas. Teman-teman apakah sudah bilang bismillah?


Buku ini full colour dan dilengkapi degan kuis yang menarik seperti menebak warna cupcake dan menghitung jumlah gelas. Gambar yang menarik dan ide cerita yang ringan membuat buku ini disukai anak-anak. Mas dan Adek dapat bercerita sendiri dengan melihat gambar di buku ini. Mas dan adek memiliki pengalaman yang menyenangkan dengan menerapkan bilang bismillah sebelum beraktivitas.


Sragen, 21 Januari 2019



#harike10
#Tantangan10hari
#GameLevel5
#MenstimulasiAnakSukaMembaca
#kuliahBunSayIIP


Terbaru

Serba 5 dalam Mendongeng

Sungguh, saya termasuk ibu yang tidak pandai mendongeng. Ketika challange mendongeng ini diberikan, saya masih mencari-cari bagaimana sa...

Populer