Dec 28, 2018

Berharap Menjadi Lebih Baik di 2019



Yesterday is history

Tomorrow is a mystery

Today is a gift

Kita tidak bisa mengubah apa yang sudah terjadi kemarin dan kita juga tidak bisa tahu apa yang terjadi esok. Tapi, kita bisa berupaya untuk merencanakan hari esok agar lebih baik.

Setiap orang selalu mendambakan lebih baik dari hari kemarin, lebih baik dari tahun kemarin. Tinggal menghitung hari, inshaAllah kita akan berjumpa dengan tahun 2019. Apa resolusi kita? Sudah adakah rencana agar tahun esok kita lebih baik?
Jika berbicara tentang apa yang saya inginkan di tahun 2019 pasti akan  panjang. Namun ada 5 hal utama yang ingin saya capai. Apa saja 5 hal tersebut?

1. Mengurangi penggunaan kantong plastik
Sumber: www.dietkantongplastik.org

Mungkin sebagian akan merasa aneh ketika resolusi pertama saya adalah mengurangi kantong plastik di tahun 2019. “Mulai dari hal yang sederhana” itu adalah filosofi suami saya. Beliau tidak pernah bermuluk-muluk dalam menetapkan target, yang penting ada hasil yang bermanfaat. Belajar dari hal tersebut saya berupaya menerapkan mengurangi menggunakan sampah plastik untuk menjaga bumi.
Selama di Jepang, kami giat menggunakan kantong sendiri ketika belanja. Disamping alasan biar ngirit (karena kantong plastik di sana berbayar-- emak-emak banget ya), di Jepang membawa kantong sendiri itu rasanya keren. Masyarakat di sana sudah terbiasa melakukannya, baik anak, remaja, dewasa, tua, laki-laki, perempuan, semua menggunakan kantong sendiri. Mereka merasa menjadi bagian dalam menjaga lingkungan. Bahkan bentuk kantong dan tas belanja itu sudah sangat bervariasi dengan tampilan menarik dan mudah dibawa atau di dorong.
Ketika kembali ke kampung halaman, sy cukup kaget ketika mendapatkan plastik hanya untuk 1 snack yang saya beli. Padahal tidak perlu diplastik juga bisa. Tapi si embah penjual ini ngotot memberi saya plastik katanya biar jatuh. Ya Sudah saya terima saja. Berkaca dari hal ini, maka saya bertekad untk melakukan beberapa hal sederhana seperti:
a.   Membawa kantong belanja lipat kemana-mana
b.   Membawa keranjang belanja ke pasar
c.   Membawa piring atau wadah makanan untuk beli makan

d.   Membawa atau memasukkan ke tas barang belanjaan kecil yang kita beli
Hal yang sederhana, tapi bisa mengurangi pemakaian plastik. Mudah bukan? Yuk kita laksanakan!

2. Giat literasi
pondokmumpuni.com

Lagi-lagi saya terinpirasi dari kerennya anak-anak Jepang dalam membaca dan menulis. Malu saya melihat mereka yang setiap hari membaca dan menulis dengan suka cita. Jadi saya putuskan, tahun 2019 Giat Literasi!
Program giat literasi yang dibuat adalah:
a.   Menulis 2 tulisan dalam sebulan di blog
b.   Menulis 1 artikel di seminar atau jurnal dalam setahun

c.   Membaca minimal 1 buku dalam 3 bulan
Tidak muluk-muluk kan ya, semoga bisa tercapai, aamin….

3. Disiplin dalam beraktivitas

Teori kandang waktu sudah lama didapat. Jadwal harian sudah disusun. Tapi, dalam pelaksanaannya masih kacau. Saya melonggarkan pelaksanaannya. “tidak apalah nanti masih ada waktu”, “tidak apa, namanya juga anak-anak bisa molor waktu”, atau “sebentar lagi masih ngantuk”. Nah, ini masalah.
Meningkatkan kedisiplinan dalam beraktivitas itu wajib hukumnya. Terlihat sepele, tapi sungguh sangat bermanfaat terutama untuk anak-anak kelak. Anak butuh keteraturan. Bundanya tidak boleh mengacau lagi. Bersiaplah, yuk memulai aktivitas tepat waktu agar lebih bersemangat!

4. Mewujudkan home education

Mimpi home education tahun ini belum terwujud dengan baik. Anak-anak belajar dengan jadwal seadanya. Jadi, tahun ini kami putuskan untk mengadakan musyawarah “sesungguhnya” agar mimpi ini terwujud. Kita agendakan segera ya ayah, agar bisa segera terwujud!

5. Meningkatkan muhasabah diri
Sumber : www.tongkronganislami.net

Dalam terminilogi syari, makna dari muhasabah ialah sebuah upaya untuk melakukan evaluasi diri terhadap setiap kebaikan dan keburukan beserta semua aspeknya (http://fimadani.com/arti-muhasabah/).
“Dari Syadad bin Aus r.a, dari Rasulullah SAW, bahwa beliau berkata, “Orang yang pandai adalah yang menghisab (mengevaluasi) dirinya sendiri serta beramal untuk kehidupan sesudah kematian. Sedangkan orang yang lemah adalah yang dirinya mengikuti hawa nafsunya serta berangan-angan terhadap Allah SWT”. (HR. Imam Turmudzi).
Sungguh ingin sekali lebih baik dari kemarin, sehingga terus bersyukur dan bersyukur. Muhasabah diri dimaknai sebagai bentuk intropeksi diri, evaluasi segala apa-apa yang ada di dalam diri kita. Yang pada akhirnya, saya berharap bisa lebih bersyukur dan berpikir positif atas semua yang didapat.

Pada akhirnya, saya berharap tulisan ini bisa bermanfaat sebagai doa, harapan, dan  pengingat untuk tahun 2019. Semoga bisa terwujud, Aamiin…. Begitu juga dengan harapan teman-teman di tahun depan juga terwujud, Aamiin...

Kudus, 28 Desember 2018
Salam,
Elok Mumpuni

4 comments:

  1. Saya juga merasa perlu lebih disiplin beraktivitas nih, Mbak. Sayang dengan jadwal yang sudah disusun baik kalau nggak disiplin melaksanakannya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Senangnya mendapat kunjungan dari mbak Alfa :)
      Langsung sy praktikan nih mbak sharingnya, hehehe
      Betul mbak. Self disiplin itu penting untuk kebahagiaan emak :D
      Yuk mbak kita bareng2 nendisiplinkan diri

      Delete
  2. Mulai dari hal yang sederhana..

    Semoga hal sederhana ini bisa dijalankan sebaik mungkin ya mba.. Aamiin.. ❤

    ReplyDelete
  3. Aamiin....
    Doa yang sama buat mbak Dian :)

    ReplyDelete

Terbaru

Serba 5 dalam Mendongeng

Sungguh, saya termasuk ibu yang tidak pandai mendongeng. Ketika challange mendongeng ini diberikan, saya masih mencari-cari bagaimana sa...

Populer