Nov 10, 2018

Melatih Kecerdasan Anak | SAYANG AYAH | SAYANG SEMUA Hari 4

Hari ini Hari Pahlawan. Tanggal 10 November. Yee.... Ada hubungannya dengan T10 kami? Hari ini bertepatan dengan mengajarkan anak-anak tentang “Sayang Ayah”. Nah, ayah adalah salah satu pahlawan kami :D. Mekso banget ya ngepaskannya.

Sejak pagi pertanyaan Nda ke Mas dan Adek adalah tentang ayah. Apakah mereka kangen? Sayang ayah? Pengen ketemu ayah? Main bareng ayah? Makan bareng ayah? Atau bahkan cari udon bareng? Hehehe

Kebetulan ayah saat ini masih jauh di sana dan kami di sini terpisah jarak tapi memandang langit yang sama, cieeee...

“Kangen gak Mas Ozi?” Nda godain.
“Kangen”
“Mas mau nyusul ayah aja?”
“Enggak. Kita kirim tiket buat ayah ke sini aja”
“hahahaha”, Nda ketawa. Cerdik juga si doi, gak mau rugi.
“Sayang ayah?” tanya Nda lagi.
“Iya. Sayang”
“Nanti kita video call ya. Bilang kalau mas ozi sayang ayah ya”
“Iya”, Mas dan adek menjawab bersama.
“nanti bilang ya kalau ozi sudah solat di mesjid sama yangkung dan Nda ya”, kata Ozi.

Alhamdulillah. Mas Ozi senang ke mesjid. Tadi saja ketika yangkungnya sudah berangkat duluan, si doi berani solat sendiri di bagian laki-laki. Sampingnya orang yang belum dikenal. Mas ozi ikut solat dan berdoa mengikuti imam. Ahhh... ayah pasti senang Nak.

Rencana lepas magrib kami mau video call, tapi ternyata Mas Ozi sudah tidur duluan setelah pulang solat dari Mesjid. Yahhh.... Tadi siang tidak tidur, jadi sudah ngantuk berat. Tapi kami tetap telpon. Adek ngobrol dengan ayah.

“Adek sayang ayah?”, tanya ayah.
“emmahh”, jawab adek sanbil cium layar hape, hehehe.
“adek kangen main bola bareng ayah gak?” tanya Nda.
“mau. Ain bola” (baca: mau main bola), jawab adek.
“bola adek kan rusak. Disetrika adek”, jawab ayah sambil tertawa.
Si adek buru-buru nyelonong pergi gitu aja. Hehe....

Bermain bola bersama ayah adalah hal yang paling mereka sukai


Begitulah adek kalau telpon, sesuka hati. Kadang ikut nimbrung ngobrol, kemudian tiba-tiba pergi. Mas dan adek sayang ayah. Hal ini terlihat dari kebiasaan mereka setiap harinya. Menanyakan jam berapa ayah pulang, ayah mau makan apa, kalau beli sesuatu selalu mengusulkan bagian ayah, hehehe.Kalau kami buat makanan spesial atau beli makanan pasti tunggu ayah pulang kampus untuk makan bersama. Dua bocah ini menerimanya sambil menunggu ayah dengan tidak sabar. Ketika ada suara kunci pintu dibuka, mereka berdua berhamburan untuk menyambut ayah. Bercerita tentang apa yang mereka lakukan hari ini atau sekedar meminta ayahnya lebih cepat agar segera makan bersama. Ahhh... pasti si ayah di sana kesepian karena tidak ada lagi suara langkah kaki dan teriakan danak-anak ketika menyambutnya pulang....

Rasa sayang inilah yang ingin terus kami tanamkan dan kembangkan. Kami berharap anak-anak bisa membina hubungan yang baik dengan orang tuanya, khusus pada kesempatan ini menekankan rasa sayang pada ayah. Anak-anak bisa sadar diri untuk mengenal kami secara emosional sehingga mampu menempatkan diri dengan baik. Agar tidak ada trantum di antara kami :)



#KuliahBundaSayang
#GameLevel3
#FamilyProject
#MyFamilyMyTeam

No comments:

Post a Comment

Terbaru

Matematika logis? Aku suka!

Alhamdulillah satu lagi level telah dipelajari. Senang dapat ilmu baru. Level 6 ini adalah menstimulasi anak suka matematika. Walaupun k...

Populer