Oct 10, 2018

Melatih Kemandirian Hari ke 7

Memasuki hari ke 7 untuk melatih kemandirian, ternyata semakin banyak tantangan yang dihadapi. Hari ini merupakan hari ke 7 mas belajar memakai baju sendiri dan hari ke 2 untuk makan menggunakan sendok (skill kedua adek). Mas hari ini mereview tentang apa kesulitan dan kemudahan dalam berpakaian. Adek? Masih uplek-pilek dengan sendok dan nasi 😬

⭐️Mas

Hari ke 7 berlatih mandiri berpakaian,
tidak bisa dikatakan membuat Nda juga semakin belajar untuk sabar dan konsisten. Pagi ini mas ozi merajuk sekali. Dua kali ke toilet tidak mau memakai celana sendiri. Masih ngantuk lah, pengen buru-buru main lah. Akhirnya Nda bantu pakai celana karena sudah ditambah dengan rengekan. Lumayan mau dibujuk pakai bareng, tidak hanya dipakaikan. Nah, maafkan jika dalam ilmu konsisten ini dianggap menyalahinya 🙏🏼

Mas dan Nda mereview latihan berpakaian selama sepekan


Hari ini juga mas mogok pakai celana yang bertali, lama katanya, hehehe. Mau dipaksa?tidak bisa karena belajar harus dengan keikhlasan juga, hehehe... Hari ini kita mau bicara dari hati ke hati nih tentang berpakaian.

Nda : “mas seneng bisa pakai baju sendiri?”
Mas : “iya”
Nda : “cepet ya gak usah nunggu ayah atau Nda?”
Mas : “iya”
Nda : “susah nggak membalik baju?”
Mas : “enggak”
Nda : “paling susah yang bagian mana?”
Mas : “hmmm” (bingung, sepertinya Nda yang salah menyusun pertanyaan)
Nda : “maksudnya susah pakai baju, celana, kaos dalam, atau celana dalam?”
Mas : “celana dalam”
Nda : “ehm, kenapa susah?”
Mas : “ehm..” (bingung lagi)
Nda : “maksudnya susah cari mana depan dan belakang, membalik,..”
Mas : “itu lho Nda. Kan bingung bedakan lubangnya dan gambar depan belakang”
Nda : “hehehehe. Yuk latihan kalau gitu”

Nda ambil beberapa baju dan meminta mas Zi untuk memakainya. Baju pertama adalah baju adek. Si doi gak mau katanya “kan itu baju adek”. Alamak! Kan cuma belajar masih aja harus baju dia, tapi ini yang salah emaknya. Belajar juga kan harus real ya, hehehe. Ambil lagi baju, mengingat kembali pembelajaran hari pertama. Alhamdulilah lumayan lancar, yang susah adalah jaga konsentrasi bocah yang buru-buru mau beranjak mengejar adeknya 🤣

“Sudah ya” katanya mengakhiri sesi latihan. Belum selesai lepas bajunya, sudah lari duluan. Katanya dingin, buar pakai baju banyak-banyak aja, hehehe...Alhamdulilah mas mau duduk belajar. InshaAllah besok kita lanjut ke undress self ya Nak 😊


⭐️Adek

Hari ke dua makan menggunakan sendok untuk adek lebih wow. Masih PR sekali menyuruh anak ini bisa duduk diam saat makan. Boro-boro mau dokumentasi, menjaga agar piring masih di tempatnya saja butuh perhatian khusus 🤣

Adek berlatih menyendok nasi dan lauk


Tapi... makan malam tadi menyenangkan, si adek mau duduk diam dan menyendok sendiri nasi dan lauk. Sambil di pangku Nda ya 🤭. Karena nasi tidak bisa pisah per butir, maka ya begitu lah susahnya menyendok bagi anak-anak. Mau ambil pas belum bisa potong-potong nasi, ambil seadanya yang lepas sedikit banget. Akhirnya keluar idenya. Ambil yang besar pakai sendok, pas masuk mulut digigit secukupnya! Lumayan aja idenya dek. Teman nasi ada tumis jamur dan wortel dan lauk ikan. Untuk lauk karena si Nda ini masih was was adek yang grusa grusu, jadi dibantu kupas kecil-kecil. Mau ambil jamur aja susah, wortel ikut ke ambil. Gak jadi pakai sayur, cuma nasi aja sama ikan 😏

Nda : “sama sayur dek. wortel enak”
Adek : “emmohhh”

Demi menjaga mood makan, kali ini diiyakan saja. Tadi pagi masih mau pakai jamur pas mepet-mepet Nda pas makan. Alhamdulilah makan banyak. Yee... hari ini belajar menyendok nasi dan lauk. Besok lanjut lagi ya dek!


Kanazawa, 10 Oktober 2018


#hari7
#gamelevel2
#tantangan10hari
#melatihkemandirian
#kuliahbundasayang
#bunsayinternasional4
#institutibuprofesional

1 comment:

Terbaru

Serba 5 dalam Mendongeng

Sungguh, saya termasuk ibu yang tidak pandai mendongeng. Ketika challange mendongeng ini diberikan, saya masih mencari-cari bagaimana sa...

Populer