Oct 23, 2018

Bermain di Taman : Banyak Manfaat dan Sangat Asyik!

Tanggal merah merupakan hari yang dinanti bukan? Apalagi untuk Nda dan anak-anak. Hari dimana kami bisa menikmati hari bersama ayah. Walaupun kadang masih ditinggal beberapa jam karena lembur di laboratorium.

Hari minggu kemarin, matahari bersinar terik. Cukup memberi kehangatan untuk musim gugur ini dimana rata-rata suhu minggu lalu berkisar antara 24-11 derajat Celcius yang bikin aduhai dinginnya. Mumpung hangat, kami putuskan untuk bermain ke taman Okuwa dekat rumah. Kami berencana bermain bola dan perosotan kardus dengan membawa bekal untuk makan siang.


Berangkatlah kami pukul 11 siang. Wah... benar-benar menyenangkan. Udara bersih, suhu hangat, tidak terlalu ramai, dan tempat yang aman dan nyaman. Kami parkir sepeda di sebelah playground. Mas dan adek segera berhamburan menuju playground. Langsung main tanpa komando dan basa basi. Melihat senyum mereka, rasanya begitu menyenangkan. Apakah kami jarang main ke taman? Tidak. Hampir 2 hari sekali kami ke taman. Anak-anak tidak pernah bosan jika diajak main ke taman. Selalu mendapatkan hal baru setiap kalinya. Hari ini spesial karena ayah ikut main ke taman. Yeey...

Kami lari kejar-kejaran naik turun playground. Sampai Nda dan ayah juga ikut mainan perosotan. Ah, sepertinya masa kecil kami belum pernah ketemu playground seperti ini, hehehe.



Playground di Taman Okuwa dekat Ishikawa Child Center


Setelah capek kejar-kejaran, hmmm... sebenarnya ini yang capek Nda sih, kami ganti bermain bola. Di halaman yang penuh dengan daun berguguran, main bola ini jadi lebih menarik untuk adek. Beberapa kali Nda melihat si adek mengamati dan mendengarkan suara daun-daun yang bergesekan ataupun remuk saat bola ditendang. Kadang sengaja dia lari melewati daun untuk merasakan sensasi suara dan gesekan daun, bola, dan kakinya beradu. Lucu sekali. Adek sedang belajar 😍


Siapa yang menang main bola? Jelas! Ayah lah juaranya. Nda dan mas ozi jadi satu tim, ayah dan adek. Mengambil bola dari kaki ayah sangat sulit, dipegang kaki ayah sama mas ozi pun masih sulit 😅. Tak salah jika ayah ini selalu berujar kalau si doi jago main bola dan sering menang. Heheh. Ada satu hal yang belum berhasil diajarkan pada adek. Adek sering menangis kalau tidak dapat bola. Sekali dapat bola, adek tangkap dan bawa lari, haha. Ya, ini memang belum waktunya. Adek belum paham tentang peraturan, tentang apa itu menang dan kalah, jadi harus maklum ya.


Bermain Bola di Musim Gugur Sangat Menyenangkan


Mas dan adek tidak punya capek sepertinya. Ayah sudah minta time out. Istirahat sambil nyemil. Mas dan adek tetap minta main. Setelah minum, Nda antar mereka naik sepeda kecil di Ishikawa Child Center. 


Setiap hari Sabtu dan Minggu, tempat ini dibuka untuk anak-anak. Bagian dalam gedung banyak sekali permainan, bukan game online ya tentunya. Untuk balita dan usia sekolah dasar. Kami pernah masuk untuk bermain di sana. Bisa juga nonton film. Pokoknya sayang anak banget lah fasilitas yang disediakan. Nah, kali ini kami bermain sepeda di luar. Mas dan adek mencoba beberapa sepeda, ada roda tiga, otopet, dan sepeda yang bida dipakai boncengan. Muter-muter mereka. Adek yang belum bisa naik sepeda aja seneng banget jalanin sepeda pakai kaki, hehe. Tidak apa, ini memang tahapannya. Belajar mendorong sepeda, naik ke sepada, jalanin sepeda pakai kaki, bisa mengayuh sepeda, belajar menyetir, dan wusss ngebut. Ganbatte!


Naik Sepeda di Ishikawa Child center


Belum selesai acara main kami. Masih ada satu agenda yang direncanakan yaitu prosotan kardus. Sayangnya rumput yang biasanya untuk prosotan habis dipotong, jadi gak bisa licin. Kami tetap coba karena mas sudah menunggu-nunggu rasanya prosotan kardus. Ternyata benar, tidak bisa meluncur dengan baik, terpaksa ayah yang tarik. Yuhui, rasanya tetap sama. Mas dan adek senang. Ayahnya yang pegel 🤣


Main Perosotan Kardus Sangat Menyenangkan, Sensasinya Beda!


Senangnya bermain di taman. Pergi ke tempat khusus untuk liburan juga perlu. Tapi jika teman-teman sedang terbatas waktu dan biaya, pergi ke taman dekat rumah juga tidak kalah serunya. Coba cari hal baru yang belum pernah dimainkan anak, contohnya prosotan kardus. Tidak perlu mahal, anak-anak dan emaknya aja sudah bahagia banget 😍

Manfaat bermain di luar memberikan banyak hal positif untuk anak. Beberapa manfaat bermain di luar yang ditulis oleh Mirna (2018) antara lain:
  • Melatih kemampuan motorik
  • Melatih sosialisasi dengan anak lain
  • Merangsang kecerdasan otak
  • Mencegah kegemukan
  • Melatih sistem kekebalan tubuh

Poin terakhir ini yang menarik. Bagaimana bisa melatih kekebalan tubuh? Seringnya orang tua melarang anak bermain di luar biar tidak kotor dan mudah sakit. Ketika bermain di luar, anak-anak akan berinteraksi dengan benda asing, virus, dan bakteri. Tubuh akan merespon hal ini dengan melakukan identifikasi dan membentuk pertahanan. Semakin sering hal ini terjadi, maka sistem kekebalan tubuh anak akan semakin kuat.

Nah, mengutip dari hai bunda “The Barcelona Institut for Global Health (dalam Essential Kids) menemukan bahwa anak yang tinggal di daerah yang banyak ruang hijau lebih unggul”. Hal tersebut di sebabkan taman/ruang hijau dapat meningkatkan kemampuan bersosialisasi, aktivitas fisik, dan sedikit paparan polusi. Hal tersebut punya pengaruh penting untuk perkembangan otak anak.

Manfaat bermain di luar digabung dengan bermain bersama ayah. Manfaat combo! Bermain dengan ayah berbeda dengan ibu. Ayah biasanya lebih bisa mengajak bermain dengan fisik, apalagi jika anak laki-laki. Pasti lebih seru lari, memanjat, lompat, dan lain-lain. Bersumber dari ibundanbalita.com, bermain dengan ayah memberikan banyak manfaat antara lain Anak jadi lebih cerdas, emosi lebih stabil, mudah bersosialisasi, dan dapat meningkatkan kepercayaan diri. hal tersebut disebabkan bermain dengan ayah lebih banyak menggunakan fisik dan perasaan senang karena menang. Ayah lebih sering pura-pura kalah atau berteriak memberi semangat ke anak agar berhasil.

Ada satu lagi manfaat bermain di luar, khususnya ditaman, yaitu kita semakin banyak bersyukur. Allah Yang Maha Besar. Bagaimana Allah dengan KuasaNya mengubah daun yang berwarna hijau menjadi kuning. Menjadikannya pemandangan yang sangat enak dipandang. Angin semilir. Hangatnya matahari. Udara segar. Suara riang tawa anak-anak. Ditambah menikmati makan bersama. Nikmat mana lagi yang kau dustakan? Alhamdulillah.....

Beberapa Keluarga Sedang Santap Siang sambil Menikmati Pemandangan 


Wow...

Banyak sekali manfaat yang didapat. Anak senang, ayah nda senang. Tidak perlu merogoh kantong dalam-dalam. Cukup modal bola, kardus, dan bekal makanan saja segudang manfaat di dapat. Sambil memanjakan mata dengan warna warni daun, menghilangkan stres untuk ayah bundanya. Yang penting sangat Asyik! Yuk main bareng di taman.


Kanazawa, 23 Oktober 2018

Keluarga Mumpuni




Referensi:

Mirna. 2018. Manfaat bermain di Luar Rumah Bagi Anak. Diakses dari https://www.google.co.jp/amp/s/www.appletreebsd.com/manfaat-bermain-di-luar-rumah-bagi-anak/amp/

Sukmasari, Radian. 2018. Manfaat Mengajak Anak Bermain di Taman. Diakses dari https://www.haibunda.com/aktivitas/d-4262376/manfaat-ajak-anak-main-di-taman

Ibu dan Balita. 2017. 4 Manfaat Si Kecil Bermain dengan Ayah. Diakses dari https://www.ibudanbalita.com/artikel/4-manfaat-si-kecil-bermain-dengan-ayah

Oct 20, 2018

Melatih Kemandirian: (report hari ke 11-15) dan Review

Bismillah….
Game level 2 bunsay adalah melatih kemandirian pada anak. Berikut adalah catatan Nda mengenai melatih kemadirian:



Apa itu kemandirian?

Kemandirian merupakan salah satu factor penting dalam kesuksesan tumbuh kembang anak. Merujuk pada artikel Sa’diyah (2017), kemandirian merupakan kemampuan anak dalam berpikir dan bertindak sehingga tidak tergantung pada orang lain. Kemandirian ini dibagi menjadi tiga jenis yaitu kemandirian fisik, emosi dan social. Kemandirian fisik yaitu kemampuan merawat diri sendiri seperti makan, memakai baju, mencuci piring, menyiapkan buku sekolah, dan lain-lain yang berhubungan dengan diri anak. Kemandirian emosi berhubungan dengan kegiatan yang membutuhkan pemikiran dan perasaan seperti mengungkapkan keinginan dengan baik ketika meminta sesuatu, menyusun jadwal harian, kapan bermain, mengerjakan PR, membuat keputusan, dan lain-lain. Kemandirian social berhubungan dengan orang lain seperti menaati perturan ketika sedang bermain dengan teman, bisa mengendalikan diri dalam komunitas, dan lain-lain.

Mengapa melatih kemandirian penting?

Melatih kemandirian sangatlah penting karena hal ini berhubungan dengan kepercayaan diri anak (Tim Fasilitator Bunda Sayang, 2018). Selain berhubungan dengan kepercayaan diri, kemandirian juga akan meningkatkan keaktifan dalam belajar, tekun dan inisiatif dalam mengerjakan tugas, bertanggung jawab, dan bisa menempatkan diri dengan baik (Sa’diyah, 2017).

Bagi saya pribadi, kemandirian sangatlah penting untuk masa depan anak sendiri. Anak yang mandiri lebih bisa bertahan dalam berbagai kondisi. Anak-anak kecil di Jepang sendiri sudah dilatih kemandirian sejak dini. Berdasarkan pengamatan, anak mulai usia 2 tahun dilatih mengerjakan kegiatan merawat diri seperti makan, sikat gigi, membereskan mainan, dan lain-lain. Pelatihan kemandirian ini terus ditingkatkan berdasarkan usia. Tidak banyak rengekan, malas, atau tergantung pada orang tua untuk melakukan sesuatu.

Bagaimana cara memilih keterampilan untuk dilatihkan?
Keterampilan yang dilatihkan untuk anak sebaiknya didasarkan pada usia. Hal ini berhubungan dengan kemampuan dan kesiapan motoric, kognitif, dan emosi si anak. Jika kita menggunakan kata kunci keterampilan atau kemandirian anak berdasarkan usia maka kita akan kesulitan menemukannya. Kabar baiknya Tim Fasilitator Bunsay #4 telah menyusun panduan melatih kemandirian, jadi kita bisa menggunakannya. Nah, untuk lebih mengembangkan tipe kemandirian lain maka bisa kita gunakan developmental milestones seperti
  1. https://www.cdc.gov/ncbddd/actearly/milestones/index.html
  2.  https://www.healthychildren.org/English/ages-stages/preschool/Pages/Growing-Independence-Tips-for-Parents-of-Young-Children.aspx
  3.  https://www.parents.com/parenting/better-parenting/advice/an-age-by-age-guide-to-building-independence-in-your-kids/
  4.  https://www.babycentre.co.uk/s1002115/your-three-year-old-first-month?scid=gb_en_mbtw_preschooler_post36m0w&liveconnect=aa7f324cfd193300f64e9f8a0ec9fb0ebabyint.100245448
  5. https://www.foundationyears.org.uk/files/2012/03/Development-Matters-FINAL-PRINT-AMENDED.pdf
  6. Teenager: https://raisingchildren.net.au/pre-teens/development/social-emotional-development/independence-in-teens
  7.  Dewasa : https://www.independent.co.uk/life-style/the-three-things-that-mean-youre-a-proper-adult-a6814576.html%3famp 


Bagaimana jalannya melatih kemandirian selama 15 hari?

Nano-nano!
Banyak hal yang saya rasakan. Yang paling menyenangkan adalah ketika anak tersenyum lebar bilang “Nda, sudah bisa”, “Nda bajunya gak terbalik lagi”,… yang paling sulit adalah melawan kemalasan dan rasa tidak sabar. Ketika sy sudah benar-benar capek, tapi harus tetap melatih makan sendiri, kemungkinan besar akan ada makanan yang bercecer untuk dibersihkan, dan menemani anak sampai selesai. Atau ketika waktu sudah mendesak sekali untuk segera berngkat tetapi si Mas belum selesai berpakaian. Gemes gak sih pengen bantuin? Hehehe….

Report sy buat selama 10 hari (bisa dilihat dan dibaca ya). Untuk hari ke 11-sekarang, maafkan belum sempat harian. Berikut saya uraikan hari ke 11-sekarang:
Setelah memakai dan membuka pakaian sendiri, mas ozi berlatih memasukkan pakaian kotor ke mesin cuci. Adek berlatih minum menggunakan gelas dengan baik. Untuk mas ozi memasukkan pakain kotor tentu mudah. Yang susah apa? Membiasakannya! Setelah baju dilepas, masih sering diingatkan untuk memasukkannya ke mesin cuci. Nah, pembiasaan itu penting. Dan ini dikembangkan untuk membantu memasukkan pakaian kotor adek juga, bahkan mengajak dan membantu adek memasukkan pakaian kotor.

Adek berlatih menggunakan gelas untuk minum. Selama ini memang adek sudah tidak menggunakan botol dot, diganti botol menggunakan sedotan. Nah, peralihan dai sedotan ke gelas atau botol tanpa sedotan seringkali membuat baju kotor karena anak belum bisa mengatur air yang masuk ke mulut dengan baik. Seringkali tumpah karena mendorong gelas atau botol ke mulut terlalu kuat, atau volume air yang terlalu banyak. Adek semangat jika minum menggunakan gelas. Awalnya seringkali tumpah, lama-lama si adek mulai terampil menentukan kekuatan mendorong gelas ke mulut dan mengatur volume.

Apa sih yang terpenting?
SABAR dan KONSISTEN!

Saya di sini tidak belajar sendiri. Banyak teman seperjuangan yang melatihkan kemandirian pada anak-anak mereka. Salut untuk ibu-ibu hebat ini. Tidak mudah, sungguh. Tapi suatu hari saya yakin pasti akan dipetik buah dari usaha kita hari ini. Ganbatte!


Referensi:
Institut Ibu Profesional, Bunda Sayang, antologi, Gazzamedia, 2014
Sa’diyah, Rika. 2017. Pentingnya Melatih Kemandirian Anak. Jurnal Kordinat Vol. XVI No.1. diakses dari http://journal.uinjkt.ac.id/index.php/kordinat/article/download/6453/3949


Kanazawa, 20 Oktober 2018



#harike11-15
#tantangan10hari
#kuliahbunsayIIP
#level2
#melatihkemandirian
#institutibuprofesional

#bunsay4internasional

Oct 13, 2018

Melatih Kemandirian Hari Ke 10

Hari ke 10...

Catatan pertama selalu berusaha mengingatkan diri sendiri untuk sabar dan konsisten. Sesuatu tidak akan terjadi tanpa usaha dan doa. That’s true! Kalau mas tidak dilatih memakai baju sendiri, apakah kira-kira ketika Nda minta mas berpakaian sendiri langsung bisa? Hmm... mungkin bisa tapi nanti beberapa tahun lagi, yang harusnya waktu itu dipakai untuk mempelajari keterampilan lain.

Malas, malas, go away!

Hari ini menghadiri International festival.

Oct 12, 2018

Melatih Kemandirian Hari Ke 9

Hari ke 9...
Hari ini merupakan hari ke 2 mas Zi belajar membuka kaos dan hari ke 4 adek menyendok makanan. Skill ini dapat dilihat di CDC ya. Berikut link nya : https://www.cdc.gov/ncbddd/actearly/milestones/index.html

Hal yang perlu diperhatikan dalam memilih skill atau keterampilan untuk dilatihkan ke anak salah satunya adalah

Oct 11, 2018

Melatih Kemandirian Hari Ke 8

Hari ke 8

Mas : undress self (hari ke 1)
Adek : menyendok makanan (hari ke 3)

Hari ini senang sekali. Alhamdulilah. Terdapat kemajuan menyendok makanan untuk adek dan mas juga semangat belajar membuka baju. Berikut ceritanya.

⭐️Mas

Hari ke pertama, kami berusaha mencari video untuk belajar undress self anak-anak biar mas semangat seperti minggu kemarin. Ternyata

Oct 10, 2018

Melatih Kemandirian Hari ke 7

Memasuki hari ke 7 untuk melatih kemandirian, ternyata semakin banyak tantangan yang dihadapi. Hari ini merupakan hari ke 7 mas belajar memakai baju sendiri dan hari ke 2 untuk makan menggunakan sendok (skill kedua adek). Mas hari ini mereview tentang apa kesulitan dan kemudahan dalam berpakaian. Adek? Masih uplek-pilek dengan sendok dan nasi 😬

⭐️Mas

Hari ke 7 berlatih mandiri berpakaian,

Oct 9, 2018

Melatih kemandirian hari ke 6

Hari ini berencana mengajarkan pada mas untuk belajar melepas baju, tapi ternyata mas ozi tidak sepakat. Katanya masih mau belajar tali celana dulu soalnya sudah pakai celana yang ada talinya. Maafkan, Nda lupa kalau ada beberapa celana yang pakai tali. Jadi untuk mas ozi masih lanjut skill memakai pakaian.

InshaAllah belajar mengutarakan keinginan adek sudah baik. Tinggal aplikasinya sehari-hari. Nah, hari ini adek belajar skill yang lain yaitu makan menggunakan sendok. Menggunakan tangan lebih mudah dibanding sendok, perlu latihan. Semoga segera bisa ya.

⭐️Mas

Mas maunya diajari tali celana dulu maka siang ini belajar tali. Pertama melihat dulu langkah demi langkah. Terlihat mudah tapi setelah dicoba cukup sulit. Mencari beberapa contoh tutorial mengikat tali dari utub kemudian mencoba praktik.

Mas terlihat kesulitan, tapi terus diberi semangat. Siang ini belum bisa. Nanti mau dicoba lagi. Targetnya tali terikat dulu, untuk yang bentuk pita memang cukup sulit, kalau mengikat tali mati sudah mahir kita lanjut tali pita ya.

⭐️Adek

Mas makan dengan piring, sendok, dan duduk di kursi makannya. Apa yang dilakukan adek? Minta diperlakukan sama seperti mas nya. Usia 18mos memang sudah waktunya belajar makan sendiri. Makan dengan tangan InshaAllah bisa. Nah, untuk keterampilan menggunakan peralatan makan kali ini belajar  memggunakan sendok.



Pertama diberi penjelasan terlebih dahulu kalau mulai hari ini kita akan belajar makan menggunakan sendok. Kemudian diberi contoh bagaimana memegang sendok dan mengambil makanan. Adek mempraktikkannya. Memegang dengan tangan kanan. Tapi cara memegangnya memang belum bisa luwes seperti masnya. Mengambil makanan pun kadang berhasil, kadang cuma dapat 3 butir nasi, hehehe... Namanya juga belajar tidak apalah. Kita belajar terus ya nak.



Kanazawa, 9 Oktober 2018

#hari6
#gamelevel2
#tantangan10hari
#melatihkemandirian
#kuliahbundasayang
#bunsayinternasional4
#institutibuprofesional


Oct 8, 2018

Melatih Kemandirian Hari Ke 5

Pekan pertama melatih mas ozi memakai baju sendiri dan untuk adek melatih mengutarakan keinginan tanpa rengekan.

Alhamdulilah memasuki hari ke 5. Pada hari ke 5 ini kami mengevaluasi kesulitan apa saja dalam melatih skill/keterampilan pada pekan ini.



⭐️Mas

Tadi Nda tanya tentang kesulitan apa saja yang dialami mas ozi dalam memakai baju sendiri untuk beberapa hari ini. Cukup bingung menjawab. Kemudian diganti pertanyaan yang lebih simpel dengan memberikan pilihan jawaban (benar-benar harus tidak boleh melewatkan komunikasi produktif). Jawabannya cukup lucu, katanya Nda jangan cepet-cepet kalau nunggu ozi pakai baju. A artinya Nda harus lebih sabar. Kemudian bagian sulit adalah membalik baju. Ada lagi katanya. Depan belakang celana yang gak ada talinya, hehehe...

Sebenarnya ada bagian berpakaian yang belum diajarkan yaitu memakai baju berkancing. Ini masih PR sekali. Cukup sulit, mengingat kancing baju anak-anak itu kecil sekali. Sehingga Nda memutuskan mengajarkan sambil jalan tidak bisa hanya satu hari. Untuk sementara ini baju-baju ozi masih banyak dari kaos saja.

⭐️Adek

Hari ini adek lumayan berkurang merengeknya. Kalau ditanya adek kesulitan untuk mengutarakan keinginan apa? Pasti tidak ada jawabanlah ya. Jadi Nda aja yang mengevaluasi.

Adek ini kalau mood tidak bagus pasti langsung merengek. Ini wajar sesuai usia. Jadi jalan keluarnya harus benar-benar memperhatikan timing anak. Kalau terlihat bosan atau mengantuk didekati dan ditanya sebelum masuk ke tahap rengekan. Walaupun ketika merengek dan bisa ditenangkan, si doi bisa diminta untuk mengatakan keinginan dengan baik.

Sesuai dengan apa yang dituliskan pada modul melatih kemandirian (IIP, 2014)* bahwa hal yang diperlukan ada 3 yaitu konsistensi, motivasi, dan teladan. Tiga hal ini perlu perjuangan untuk terus mengamalkannya setiap hari. Semangat!


*Institut Ibu Profesional, Bunda Sayang, antologi, Gazzamedia, 2014

#harike5
#melatihkemandirian
#gamelevel2
#kuliahbundasayang
#kelasbunsayinternasional4
#institutibuprofesional
   

Oct 7, 2018

Melatih Kemandirian Hari Ke 4

Minggu pertama game level 2 bunsay adalah melatih kemandirian anak. Skill pertama yang ditargetkan untuk mas adalah bisa memakai pakaian sendiri dan untuk adek adalah mampu mengutarakan keinginan.
Hari ke 4 mempelajari sub poin skill:
Mas : membuka dan menutup resleting baju
Adek : mengutarakan keinginan pada anggota keluarga (selain Nda)


⭐️Mas

Sebenarnya pakaian mas ozi kebanyakan kaos dan celana karet, jadi tanpa resleting dan kancing. Nah, jaket pakai resleting. Ini sudah memasuki musim gugur, sering hujan pula. Jadi harus bisa pakai jaket sendiri ya. Hari ini belajar pakai jaket :D

Urut-urutannya:
1.     Kepala reseleting diturunkan
2.     Pangkal rel resleting dimasukkan ke kepala sampai sejajar
3.     Tarik kepala resleting ke atas (ujung)

mas belajar pakaian berlesleting



Nda contohin dulu.sepertinya mudah. Pas mas ozi coba… eh… lumayan susah ya mas. Tapi bagusnya si doi tertarik mencoba dan mencoba. Setelah 3 kali praktik lumayan lah. Lumayan bisa dan lumayan lama, hehehehe… sayangnya tadi ada iklan, jadi fokusnya pecah. Kemudian dikasih tahu ayah ”kalua mas oazi berhasil resletingkan jaketnya, besok beli es krim”. Semoga ini termasuk reward yang baik ya. Mas tambah senang dan semangat, akhirnya berhasil lebih cepat.

Alhamdulillah… besok dilatih lagi ya Nak.


⭐️Adek

Hari ini kami aktivitas di luar. Jalan keliling-keliling kanazawa yang hampir tiap akhir pekan banyak kegiatan yang digelar. Hari ini kami ke 21 Museum. Untuk pertama kalinya pergi dengan ayah, hehehe akhirnya :D

Di sana ada workshop membuat bunga. Adek ikut mencoba. Eh, sebenarnya lebih ke uwel-uwel bunga sih. Masuk ke museum melihat hasil karya seniman. Banyak hal menarik yang kami pelajari hari ini. Nah, adek kalua ke tempat umum sering kali tidak mau diam, tapi mungkin memang sedang masanya. Lari ke sana kemari, ingin tahu berbagai hal. Bagus sih, tapi kalau di rumah. Jika di tempat umum tetap harus dikendalikan. Nah, waktunya belajar ngomong bagus-bagus ini!

”Adek, kalau mau sesuatu bilang bagus-bagus ya”, kata Nda
”he em” katanya seperti biasa
”bilang bagusnya jangan Cuma sama Nda, tapi sama ayah dan mas juga ya”
”he em”
”coba bilang bagus sama ayah”
”yah, uyun” (ayah, turun (dari digendong))
”nah, pinter. Sambil senyum ya”
Si adek terus merem-merem :D

adek belajar mengutarakan keinginan ke anggota keluarga


Nah, pas mas ozi beli es serut, si adek merengek minta.
”ehm, bilangnya yang bagus”, kata Nda
”maishhh…. enta” (mas, minta)
”dikit aja ya dek, ini manis”, kata ozi (wahahaha, si mas ini memanfaatkan informasi dengan tepat! Adek gak boleh minum terlalu manis untuk menjaga kesehatan gigi. Mas ingat :D)
”he em”, jawab si adek

Tidak jadi ada trantum rebutan es, hihihi… alhamdulillah.

Adek masih terbatas dalam menyusun kalimat. Baru bisa menyusun dari dua kata. Lebih dari itu masih kesulitan. Masih belajar ya Nak. Dan terus belajar ya.

Lanjut esok lagi ya Nak….



#HariKe4
#Tantangan10Hari
#Level2
#KuliahBunsayIIP
#Melatih Kemandirian
#Bunsay4Internasional
#InstitutIbuProfesional

Oct 6, 2018

Melatih Kemandirian Hari Ke 3


Pada game level ini, skill pertama untuk mas Ozi adalah memakai pakaian dan untuk adek adalah mengutarakan keinginan.

Hari ke 3 mempelajari sub poin skill:
Mas : membedakan pakaian bagian luar dan dalam kemudian membaliknya
Adek : memberikan intonasi dan mimik muka yang sesuai

⭐️Mas

Tadi pagi mengambil beberapa baju terbalik dan meminta mas menyebutkan mana yang luar dan dalam. Mas Zi mengamati baju kemudian tahu mana yang bagian dalam dan luar. Mungkin cukup mudah karena warna dan gambar yang terbalik mudah diidentifikasi. Begitu pun celana, kebanyakan lebih jelas karena beda warna bagian luar dan dalam yang cukup kontras.

Menentukan bagian luar dan dalam alhamdulillah aman. Selanjutnya membaliknya. Ini yang cukup sulit. Mas zi ambil baju kemudian mencoba membalik, tetapi tidak bisa. Dibolak balik, susah. Akhirnya diuwel-uwel bajunya, hehehehe….



Mas Ozi menentukan bagian luar dan dalam pakaian, kemudian membaliknya


Mas terlihat kesal, ”susah Nda, gak usah aja. Nda aja”
”bisa mas. Pelan-pelan” sambil mengambil baju. ”masukkan tangan mas ke lengan bajunya, lalu pegang ujung lengannya, dan tarik”
”susah yo”, Ozi berkata
”coba dulu”

Mas ozi mencoba, memang belum terampil. Tapi akhirnya satu lengan berhasil. Sambil agak kesal doi menarik-narik. ”sudah” katanta sambil berlalu…
”latihan lagi mas zi”
”gak, mau makan roti aja”
Ya sudah, kalau dipaksa malah gak bisa nanti. Siang hari belajar balik celana, lumayan lebih mudah. Alhamdulillah…. Sayangnya pas bangun tidur, doi tantrum karena tidurnya kurang lama sudah dibangunin adek buat main ke koen. Sambil nangis minta ganti baju, gak mau pakai baju sendiri. Sambil dibujuk kalau sambil dibantu aja pakai bajunya. Mau tapi ya sambil merengek. Janjinya nanti kalau mau tidur ganti baju sendiri.

Besok latihan balik baju sambil lanjut ke sub poin berikutnya ya Mas :D


⭐️Adek

Rasanya hari ini adek gak banyak nangis. Paling nangis karena berantem sama masnya. Salah paham. Yang satu pengen jadi pemimpin, yang satu gak mau dipimpin :D

Pagi tadi pas masnya belum bangun, si adek sudah dibisiki untuk bilang bagus-bagus ya hari ini pakai senyuman. Adek sih bilang iya.


Adek mengucapkan permintaan dengan intonasi dan mimik sesuai


”dek, kalau minta mimik bilang bagus-bagus ya”
”he-em”
”sambil senyum ya. Senyumnya adek gimana? ”
Aih…. Si adek melek merem matanya. Itu menurutnya senyum. Hehehehehe. Padahal mah itu bukan.
”gini lho dek” sambil praktek senyum
Si adek masih melek merem aja. Ya sudah, melek meremnya bikin orang senyum orang kok yang penting.
”coba adek bilang, Nda, mimik… sambil senyum ya”
”nda… emek…” sambil merem, hihihihi

Siang pas mau bobok, dilanjut. ”dek, bilangnya pelan-pelan ya. Gak pakai teriak”
”he-em”
”adek jalan dulu dekat Nda, terus bilang ya”
Nda menjauh terus adek coba praktik. Yah… gak jalan doi, tapi lari. Sambil teriak girang ”Nda… emek…”
Hahahaha… belajar sabar ya… lumayan juga sudah ada senyumnya :D


Pada game level ini yang sangat dibutuhkan adalah kesabaran dan konsistensi. Anak sebenarnya punya keinginan belajar, tapi memang kecepatannya berbeda dengan orang dewasa. Harus memilki kesabaran ekstra. Dan konsisensi. Kalau kita sudah membuat perjanjian kalau mau minta sesuatu harus bagus-bagus, maka kalau sambil menangis jangan dituruti. Kita diamkan dulu, kemudian minta anak untuk bilang bagus-bagus. Sulit memang, tetapi inshaAllah usaha tidak akan menghianati hasil, hehehe.....

Alhamdulillah untuk hari ini. Pas ada waktu enak, dicoba lagi pelan-pelan. Semangat :D



#HariKe3
#Tantangan10Hari
#Level2
#KuliahBunsayIIP
#Melatih Kemandirian
#Bunsay4Internasional
#InstitutIbuProfesional

Oct 5, 2018

Melatih Kemandirian Hari Ke 2


Lanjut hari kedua. Si mas belajar memakai baju sendiri dan Adek belajar mengutarakan keinginan. Sebagai tambahan informasi bahwa mengutarakan keinginan juga terdapat pada CDC (https://www.cdc.gov/ncbddd/actearly/milestones/index.html) yang merupakan bagian dari komunikasi/Bahasa.

Sub skill poin hari kedua:
Mas : membedakan bagian depan dan belakang dari baju dan celana
Adek : latihan membuat kalimat sederhana untuk mengutarakan keinginan

⭐️ Mas
Pagi tadi kami belajar bersama tentang bagian depan dan belakang baju dan celana. Ah iya, baju yang dimaksud di sini kaos dulu ya. Belajar dari yang mudah tanpa kancing dulu. Bagaimana mengenali mana yang depan dan mana yang belakang. Untuk kaos yang depan bergambar dan belakang polos, cukup aman. Kemudian bagaimana dengan kaos yang full motif (depan belakang sama) atau bahkan yang depan belakang polos (seperti kaos dalam dan kaos polos)?

Nah, Nda keluarkan beberapa baju. Ada baju bergambar depan dan full motif. Belajar bersama kita.
”kalau baju yang ada gambarnya gimana? ”, tanya Nda
Sambil melihat baju, mas Zi bilang ”gambar robot di depan
”pinter”. ”kalau baju yang ini gimana? ” sambil Nda meletakkan baju bermotif.
”ini depan”, kata mas
Kali ini memang benar. ”wah iya. Tahu darimana? ”
Mas Zi Cuma nyengir aja :D
Dugaan Nda, mas Zi Cuma menebak. Alhamdulillah bener tebakannya. Untuk menegaskan sama-sama deh kita mencermati beda depan dan belakang, dilihat dari bagian leher baju. Ketemu! Kalau depan itu bagian leher lebih pendek dibanding belakang. Alhamdulillah…. Celana sedikit lebih mudah karena sebagian besar celana mas ada talinya, jadi jelas depan belakangnya :D

Belajar menentukan bagian depan dan belakang


Mas Zi mulai tertantang. Diambil beberapa baju dan dipilih mana depan dan belakang. Good job!
Besok kita belajar tahap selanjutnya ya.


⭐️Adek

Kemarin sudah membuat perjanjian dengan adek, hari belajar membuat kalimat sederhana. Pas bangun tidur nangis cari Nda. Sambil digendong diingatkan ”dek, katanya mau bilang bagus-bagus kalau mau minta sesuatu” . sambil ngantuk bilang ”Nda.. emek”. ”Ya, habis itu bangun ya”

Pas adek hatinya sedang bagus, melipirlah Nda ke latihan membuat kalimat sederhana.
”kalau adek mau mimik, adek bilangnya gimana? ”
”Nda… emek itih”
”pinter. Kalau minta makan gimana? ”
”Nda… mamam”
”kalau mau tidur gimana? ”
”emoh…” si bocah berlalu, karena si doi tidak mau tidur dan sepertinya memang gak pernah minta tidur :D

Belajar membuat kalimat sederhana


Ya sudah. Lumayan lah. Pas ada waktu enak, dicoba lagi pelan-pelan. Alhamdulillah untuk hari ini. Adek sering sekali merengek sambil minta sesuatu, katanya baru tiba masanya. Jadi biar emak dan anak tidak sama tantrum, lebih baik sama-sama belajar memahami ya :D


Alhamdulillah untuk hari ini. Semoga esok bisa lebih baik, aamiin….




#HariKe2
#Tantangan10Hari
#Level2
#KuliahBunsayIIP
#Melatih Kemandirian
#Bunsay4Internasional
#InstitutIbuProfesional

Oct 4, 2018

Melatih Kemandirian Hari Ke 1

Bismillah...

Hari pertama tantangan 10 hari game level 2 bunsay dimulai. Td pagi ribet belajar merancang kegiatan untuk game level 2. Sempat galau juga mau lanjut tidak hari ini. Alhamdulilah, tadi ada semangat membara setelah makan mie ayam 2 mangkok #eh


Untuk level ini, ozi dan adek belajar mandiri. Sebenarnya bisa memilih salah satu, tapi gak enak kalau pilih satu. Bismillah jalan berdua ya. Semoga lancar sampai akhir ya. Aamiin…

Melatih kemandirian anak merupakan hal yang sangat penting. Kemandirian anak merupakan kemampuan anak untuk melakukan kegiatan dan tugas sehari-hari sendiri atau dengan sedikit bimbingan, sesuai dengan tahap perkembangan dan kemampuan anak. Jika anak mandiri kelak diharapkan lebih percaya diri, tidak bergantung, dan mampu mengendalikan diri baik secara fisik, emosional, dan social. Tiga aspek atau bentuk kemandirian anak yaitu kemandirian fisik, kemandirian emosional, dan kemandirian social (Sya’diah, 2017 dalam jurnal Kordinat berjudul “Pentingnya Melatih Kemandirian Anak”).

Hari pertama melatih kemandirian mas ozi dan adek. Jadi hari pertama didahului dengan penjelasan aturan dan latihan sederhana. Mas ozi akan belajar memakai baju sendiri dan adek latihan untuk mengutarakan keinginan tanpa rengekan maupun tangisan. Keterampilan memakai baju merupakan kemandirian fisik dan keterampilan mengutarakan keinginan merupakan kemandirian emosional. Kemudian untuk sumber poin kemandirian mas ozi yaitu memakai baju sendiri diambil dari CDC (https://www.cdc.gov/ncbddd/actearly/milestones/index.html) dan untuk adek yaitu mengutarakan keinginan diambil dari panduan melatih kemandirian (institut Ibu Profesional, Bunda Sayang, antologi, Gazzamedia, 2014).

⭐️Mas

Hari pertama mas ozi adalah melihat video tentang cara memakai baju yang benar secara sederhana. Sebenarnya untuk celana sudah bisa, tapi ya kadang terbalik, hehe. Nah, mas melihat tutorial dulu di ucub. Tadi dapat video yang lucu. Ada anak laki-laki memberikan tutorial memakai baju sambal direkam ayahnya dan bajunya dilempar ayahnya seperti terbang. Ini link nya https://m.youtube.com/watch?v=X_72rYsG-zs


Semangatlah si mas ini praktek. Setelah sikat gigi dan pipis minta ganti baju tidur. Lalu bajunya minta dilempar satu-satu ke doi sambil ngomomg-ngomong seperti tutorial.

Hasilnya? Alhamdulilah lumayan. Kaos dalam yang biasanya salah masuk lengan tadi berhasil. Karena pakai kaos Panjang, jadi agak susah. Kelihatan tadi agak putus asa, tapi sambil dilihatin senyum, mas pun tetap berusaha mencoba. Dan alhamdulilah berhasil. Kali ini celana tidak terbalik karena ada tali di depan, jadi mudah dikenali. walaupun belum rapi, tidak apa, masih ada esok untuk belajar lagi ya mas.

Hari pertama senang ya. Katanya besok pagi mau pakai baju sendiri juga. Semoga besok lebih baik lagi 😊


Hari 1: belum rapi, setidaknya tidak terbalik :)


⭐️Adek

Mas lihat ucub untuk tutorial memakai baju, maka adek pun lihat utub video mengutarakan keinginan. Ternyata cukup sulit mendapat video semacam ini. Cari video berbahasa asing yang Nda terjemahin. Tidak efektif memang. Akhirnya Nda cerita pakai gambar sambil jelaskan kalau minta sesuatu itu tidak perlu nangis dek, bilang bagus-bagus. Contohnya ”Nda, mimik”, ”mas pinjam”, atau ”yah, gendong”.

Kemudian Nda tanya, ”besok kalau mau minta sesuatu nangis gak? ”
Jawab adek ”gak ais (baca nangis) ”
”janji? ”, tanya Nda lagi
”anji” (baca jani) sambil megang hidung. Hehehe Nda senyum. Anak ini kalua bilang janji selalu sambil tunjuk hidung.

Alhamdulillah, sejak komunikasi yang baik untuk minta sesuatu baik-baik tanpa rengekan. Pas mau tidur bilang ”Nda….. (ini ada jarak ngomongnya)….emek” sambil ngelihatin Nda. Ah, romantic kalua adek gak ngerengek gitu dek.

Apakah bertahan sampai besok? inshaAllah ya dek. Besok kita belajar lagi ya. Semoga besok ada peningkatan ya. Mari semangat belajar Bersama…



#HariKe1
#Tantangan10Hari
#Level2
#KuliahBunsayIIP
#Melatih Kemandirian
#Bunsay4Internasional
#InstitutIbuProfesional

Terbaru

Puasa di Negeri Sakura

Puasa di bulan Ramadhan merupakan ibadah yang selalu dinanti bagi muslim. Bagaimana tidak, bulan ini penuh berkah semua kebaikan ak...

Populer