Sep 8, 2018

“Gosok gigi yuk” Komunikasi Produktif hari ke 3

Gosok gigi yuk!

Seperti biasa, selalu terdengar suara ribut berebut benda. Apakah itu mainan, buku, sendok, atau sekedar tutup panci 😬. Kali ini duo bocil soleh berebut buku. Mas ozi gak mau pinjamkan, dan di adek gak mau kalau cuma lihat tidak pegang.



Fix. Nda harus bertindak.
Nda πŸ§•πŸ»: “bukunya kenapa tidak baca bareng?”
Ozi πŸ‘ΆπŸ» : “gak mau. Ozi mau baca sendiri” (sambil ngotot peluk buku)
Adek πŸ‘ΆπŸ» : “au... butu...” (mau buku)
Nda πŸ§•πŸ»: “hmm... mas pilih buku disimpan nda di lemari atau dibaca bareng-bareng nda sama adek?” * (Dengan menggunakan suara pelan sambil melihat ozi) **
Ozi πŸ‘ΆπŸ» : “hmmm... baca bareng aja” (agak berat)

Yuk ah baca bareng aja. Kali ini buku tentang sikat gigi setelah makan yang dibintangi oleh kuda nil, babi, dan tikus. Ceritanya 3 sekawan ini bawa bento ke taman, setelah makan mereka sikat gigi. Sebelum tidur juga sikat gigi.
NdaπŸ§•πŸ» : “bagus ya mas kalau rajin sikat gigi. Nda dulu malas, makanya gigi nda pas kecil sering sakit. Kalau sakit, gak bisa makan mas”***
Ozi πŸ‘ΆπŸ» : “nda dulu giginya sakit? Kasihan. Ozi rajin kok sikat gigi”
Nda πŸ§•πŸ» : “iya ya. Rajin. Habis sikat gigi itu kumur-kumur. Airnya jangan ditelan ya”
Ozi πŸ‘ΆπŸ» : “ozi pinter kok kumur-kumur 😬”
Nda πŸ§•πŸ» : mesem aja. Soalnya kalau kumur-kumur gak dilihatin airnya ditelan 🀣🀣🀣

Eh, adek berdiri. Tarik tangan ke kamar mandi.
Adek πŸ‘ΆπŸ» : “tat... didi” (baca: sikat gigi)
Nda πŸ§•πŸ» : “nanti dek habis maem 😬”

Terkadang melihat anak seperti melihat cerminan diri. Nda orang yang tidak sabaran. Tapi ketika dihadapi dengan emosi hasilnya malah semakin tidak sabar. Mencoba dan terus mencoba. Hari ini belajar *memberikan pilihan bukan perintah, **mengendalikan intonasi dan menggunakan suara ramah, dan  ***memberikan refleksi pengalaman sebagai ganti nasehat. Ketika dihadapkan pada pilihan, anak cenderung memilih bukan lagi menolak perintah. Sehingga dia akan melalukan apa pilihannya bukan perintah kita. Ketika kita menggunakan suara ramah sambil melihat anak, maka anak merasa diperhatikan dan diperlakukan dengan baik sehingga ada perasaan senang. Salah satu keberhasilan komunikasi sesuai kaidah 7-38-55 yaitu hanya 7% mempengaruhi keberhasilan komunikasi kita ke anak, 38% dipengaruhi intonasi suara dan 55% dipengaruhi bahasa tubuh (Tim Bunda Sayang IIP:2018). Senada dengan hal tersebut, maka dengan memberikan refleksi pengalaman kita akan membuat tidak merasa diperintah, tapi belajar dari pengalaman kita.

Alhamdulilah untuk hari ini. Kita terus belajar ya Nak.


Kanazawa, 8 September 2018


#hari3
#gamelevel1
#tantangan10hari
#komunikasiproduktif
#kuliahbundasayang
#institutibuprofesional

No comments:

Post a Comment

Terbaru

Membaca? Suka ❤❤❤

Ada hal yang lebih sulit dibanding membuat anak suka membaca. Apa itu? Yaitu mempertahankan agar tetap gemar membaca atau bahkan mening...

Populer