Jan 18, 2019

Pejuang Literasi Hari 6




Hari ke 6

Hari ini hujan dari sore sampai malam. Aktivitas anak-anak lebih banyak yang indoor. Buku adalah salah satunya. Buka buku satu kemudian buka buku lain. Begitu seterusnya. Sering saya diam ketika Mas mulai bercerita ke adek. Mas mengarang kata-kata sendiri bukan apa yang tertulis karena belum bisa baca. Kami sepakat meyakini bahwa membaca buku (baca: menceritakan) sangat berpengaruh pada kemampuan literasi. Banyak anak yang pandai membaca, tetapi tidak paham apa yang dibaca. Maka, Mas dan Adek kami arahkan ke gemar membaca (gambar) buku terlebih dahulu sampai mereka siap untuk benar-benar belajar membaca buku.

Ayah


Judul buku: Plant Physiology
Pengarang: Lincoln Taiz et al.

Pathogens produce effector molecules that help colonization in their host plants

Effectors are molecules that change the plant’s structure, metabolism, or hormonal regulation to help pathogens' invasion.
Three major classes of effector are Enzyme, Toxins, and growth regulator.
Some pathogen produce enzyme that can degrade plant cuticle and cell wall (Primer and seconder). For example: cutinases, cellulases, xylanases, pectinases, and polygalacturonases. Many pathogens also produce toxin, for example HC-Toxin from the fungus Cochlioboluc carbonum and Fusicoccin form the fungus Fusicoccum amygdali. Each toxin has very specific function to the advantage of the pathogen.

Some pathogens also produce effector molecules that significantly interfere with the hormonal balance of the host plants. For example: Fungus Gibberella fujikuroi produces gibberellic acid (GA3). It causes infected rice shoots to grow much faster relative to uninfected rice.

My notes:
Fusarium graminearum and F. sporotrichoides also procude mycotoxin to infect the host plants. They produce trichothecenes mycotoxin. F. graminearum produce DON toxin, while F. sporotrichoides produce T-2 toxin.

Trichothecenes is large family of mycotoxin and divided into three groups:
Group A: T-2 toxin and HT-2 toxin
Group B: Deoxynivalenol (DON), 3- and15-acetyldeoxynivalenol, Nivalenol and Fusarenon-X
Group C: Roridin A and Verrucarin A

DON
Generic name: Deoxynivalenol
Molecular weight: 296.13
Molecular formula: C15H20O6
 

Trichothecene mycotoxins act on serotonin-mediated neurons and induce anorexia and vomiting. In addition, they inhibit the protein synthesis system by binding to the ribosomal 60S subunit, and the effect appears notably in the bone marrow, mucosal epithelia of the digestive tract, and skin, that are regions of active cell division. Moreover, they induce apoptosis in cells in the immune system, and stimulate the production of inflammatory cytokines.

Bunda


Judul: Fitrah Based Education
Pengarang: Harry Santosa

Fitrah Perkembangan

Setiap tahap perkembangan manusia berkorelasi dengan dimensi waktu dan dimensi kehidupan. Tidak berlaku kaidah “semakin cepat semakin baik”, namun juga usahakan jangan terlambat. Hal tersebut seperti tumbuhnya tanaman, kapan mulai ditanam, bertunas, tumbuh daun, dan seterusnya. Pendidikan sangat berperan penting dalam menumbuhkan fitrah sesuai dengan tahapan perkembangannya.

Goden age tidak hanya saja pada usia 0-5 tahun pertama kehidupan, melainkan sepanjang hayat sesuai dengan perkembangan fitrah tertentu. Namun dalam pendidikan anak, usia 0-7 tahun adalah golden age fitrah keimanan, usia 7-10 tahun adalah golden age bagi fitrah belajar, dan 10-14 tahun adalah golden age fitrah bakat anak.

Berdasarkan hasil membaca fitrah perkembangan hari ini, saya meyakini bahwa yang terpenting kita menjaga dan menumbuhkan fitrah sesuai perkembangannya. Tidak perlu saya risau jika anak lain bisa membaca, berhitung, bersikap baik di sekolah, dan lain-lain. Kami (saya dan suami) sepakat untuk memulai pendidikan formal sesuai dengan kemauan anak dan usia yang disarankan.
Buku ini memberikan banyak inspirasi dan petunjuk bagaimana mendidik anak yang tepat sesuai fitrah perkembangan. Setiap tahapan perkembangan anak dijelaskan apa yang sebaiknya kita siapkan untuk anak dan bagaimana memandu pendidikan anak sesuai usianya. Buku ini benar-benar bisa membuat kami bersemangat untuk berusaha menjadi orang tua yang baik. Kami memang belum menjadi orang tua yang baik untuk Mas dan Adek, tapi kami tidak mau berhenti untuk berusaha memberikan yang terbaik.

“kenyangkan hak anak pada waktunya, maka ia melaksanakan kewajibannya pada waktunya.
Kehidupan bagaikan lari marathon, dan akhir lebih penting dari permulaan.
Tak ada anak yang mencintai shalat, namun jika dia mencintai Allah, maka dia akan menegakkan halat dengan penuh kecintaan.
“misi pendidikan kita adalah membentuk muslim kaaffah, bukan membentuk muslim spesialis agama”
-Adriano Rusfi-

Mas dan Adek


Judul: Ensiklopedi anak hebat serangga
Penerbit: PT. Bhiana Ilmu Populer

Kupu-kupu

Kupu-kupu merupakan hewan yang disukai sekaligus membuat orang merinding. Ketika masih menjadi larva kupu-kupu berbentuk ulat, dan ketika dewasa menjadi kupu-kupu yang cantik. Banyak spesies kupu-kupu di dunia ini. Festival kupu-kupu ini yang paling banyak ditemukan dibanding jenis serangga yang lain. Kupu-kupu merupakan contoh jelas dari metamorphosis sempurna serangga. Jika pada waktu hujan serangga lain berteduh, kupu-kupu berbeda. Kupu-kupu akan terus terbang untuk mencari nectar. Hebat ya kupu-kupu.
kupu-kupu (sumber: giphy.com)

Hari ini mas membaca lebih banyak jenis serangga sebenarnya, antara lain kecoa, kutu, kumbang macan, dan anggang-anggang. Namun, kupu-kupu adalah serangga yang paling diingat hari ini. Dia kagum bagaimana kupu-kupu pada awalnya berbentuk ulat? Bukankah sangat berbeda. Ulat tidak punya sayap katanya. Ini serperti signal untuk saya untuk mengamati perkembangan metamorphosis kupu-kupu untuk Mas. Tapi apalah daya, melihat ulat saja saya kabur karena geli. Dari sinilah, saya mencerikan betapa hebatnya kuasa Allah. Kita sebagai hamba wajib bersyukur dan menjaga apa yang Allah anugrahkan pada kita. kita jaga lingkungan agar hewan sekitar bisa hidup dengan senang berdampingan dengan manusia. Mas manggut-manggut. Dalam hati saya berharap manggut-manggutnya Mas adalah paham, ya Nak J

Judul: Korenaani –norimono-
Penerbit: Iwasaki Shoten-Japan
Pengarang: Kotomo Wada dan Michiyo Morita

Berbagai alat transportasi

Pada awalnya, anak akan diberi clue seperti suara atau keterangan khusus dan potongan gambar alat transportasi tertentu. Selanjutnya anak diminta menebak, kira-kira apa ya alat transportasi yang dimaksud. Setelah anak menjawab, anak bisa membuka halaman tersembunyi dan mengecek kebenaran jawaban anak.

buku yang bisa mengecek jawaban secara mandiri 

Buku ini sangat menarik. Ada potongan lampu mobil (pemadam kebakaran), simbol mobil (ambulan misalnya), bagian rel, atau alat pengeruk. Anak bisa menebak dan mengecek sendiri jawabnnya. Orang tua cukup menemani dan menjawab pertanyaan anak terkait dengan informasi kendaraan tersebut. Adek yang berusia 2 tahun, sudah mampu memanfaatkan buku ini sendiri.

ilustrasi dua rel dan monorel

Mas yang juga ikut membaca buku ini dengan adek bisa mengilustrasikan lebih baik. Ketika sampai pada alat transportasi monorel, mas bertanya mengapa rel hanya satu tidak seperti kereta lain. Maka saya menjelaskan bahwa arti kata ‘mono’ adalah satu. Itu yang membuat monorel istimewa. Mas pun mengambil lego dan mengilustrasikan bagaimana kereta biasa yang menggunakan dua rel dan satu rel, dimana letak roda, dan bagaimana caranya berjalan. Sungguh, ini merupakan hal yang menyenangkan ketika anak bisa berimajinasi lebih dalam membaca buku.

Sragen, 17 Januari 2019

#harike6
#Tantangan10hari
#GameLevel5
#MenstimulasiAnakSukaMembaca
#kuliahBunSayIIP

Terbaru

Pejuang Literasi Hari 6

Hari ke 6 Hari ini hujan dari sore sampai malam. Aktivitas anak-anak lebih banyak yang indoor . Buku adalah salah satunya. Buka ...

Populer