Jan 31, 2019

Membaca? Suka ❤❤❤



Ada hal yang lebih sulit dibanding membuat anak suka membaca. Apa itu? Yaitu mempertahankan agar tetap gemar membaca atau bahkan meningkatkan minat baca menjadi juga gemar menulis. Fitrah anak adalah gemar belajar. Yakinlah fitrah itu benar. Yang membuat fitrah itu tidak berjalan dengan baik adalah perlakuan orang dewasa sekitarnya.

Seringkali Mas mengajak sy membacakan buku kesayangannya. Tapi cukup sering sy bilang nanti dengan berbagai alasan. Cukup adilkah sy? Tentu tidak baginya.

Game level ini menjadi game yang disukai Mas, dimana Mas bisa minta dibacakan buku pilihannya.  Kami juga membuat pohon literasi dimana Mas bisa tahu sebanyak apa Mas sudah membaca dan seberapa ingin dia menambah bacaannya. Mas sempat protes, kenapa adek memiliki banyak apel. Kemudian Mas bilang selain baca buku serangga, dia juga ingin membaca banyak buku lain agar memiliki banyak apel juga.

Dua pekan terakhir ini sy mengamati lebih dalam tentang kebiasaan membaca Mas dan Adek. Mas mempunyai tingkat kegemaran membaca lebih tinggi dibanding Adek. Keadaan apapun bukunya tidak tertinggal. Mas sering menghubungkan apa yang dibaca dengan apa yang dijumpai disekitarnya. Adek pun gemar membaca walau cepat bosan. Adek rajin sekali menanyakan ini itu. Mungkin karena usianya, si Adek belum banyak menghubungkan bacaan dengan sekitarnya.

Selanjutnya apa yang perlu kita lakukan? Menyediakan fasilitas. Sy dan suami sepakat, bahwa gemar membaca adalah hal penting yang ditanamkan sejak dini. Ada beberapa hal yang kami lakukan terkait menyediakan fasilitas agar anak gemar membaca antara lain:

  1. Memvariasikan bentuk buku. Jika biasanya buku ini hanya bisa dibuka per halaman, sering kami mencari buki jenis lain. Misal flip flap, buku terowongan, buku tebak-tebakan (jawaban ditutup kemudian bisa dibuka untuk melihat jawaban), buku transparan halamannya, dan jenis buku lain.
  2. Memvariasikan konten buku. Buku anak-anak pada umumnya tentang kisah Nabi, ajaran Islam, dan dongeng hewan. Nah, menurut kami perlu juga anak belajar tentang hal lain, misalnya serangga, pekerjaan, alat transportasi, bahkan kami memberikan peta dunia. Ternyata peta ini benar-benar menarik untuk anak!
  3. Memvariasikan suasana. Jika membaca biasa dilakukan di rumah, biar tidak bosan sy ajak anak ke taman, pinggir sawah, ke stasiun, kampus, atau tempat lain. Lebih senang lagi ketika kami ada buku yang pas. Misalnya tentang alat berat, kami bawa buku dan pergi ke tempat pembangunan jalan tol. Kami melihat dengan jarak aman agar bisa bertemu kendaraan nyata.
  4. Menggunakan worksheet. Bertujuan untuk mengetahui seberapa paham mereka dengan apa yabg dibaca. Sebagai contoh, kami menggunakan worksheet petualangan mencari serangga di sekitar rumah. Diberikan berbagai macam serangga, Mas dan Adek mencentang mana serangga yang ditemui. Ini tentu melibatkan informasi dimana serangga tersebut tinggal, makannya apa, dan lain-lain.
  5. Bermain peran. Kegiatan ini bertujuan sama dengan worksheet. Bermain peran bisa dilakukan dengan banyak media. Bisa menggunakan diri sendiri, mainan, origami, gambar, dan lain-lain.
  6. Berkunjung ke perpustakaan daerah atau perpustakaan bergerak. Selain mendapatkan berbagai buku baru, di perpustakaan kita akan bertemu dengan orang yang memiliki tujuan sama yaitu membaca. Nah, kita bisa menjelaskan bahwa banyak orang suka membaca dari anak-anak sampai orang tua. Bahkan di Jepang, membaca merupakan aktivitas rutin bagi lansia. Tak jarang sy parkir sepeda dengan para lansia yang membawa banyak buku. Terlihat dari jendela kaca yang besar, lansia duduk menikmati hangatnya matahari dan buku di tangan, tentu dengan wajah bahagia. Ini tentu menjadi pembelajaran menarik bagi Mas dan Adek.


Ada beberapa tahapan berbahasa yaitu mendengar, berbicara, membaca, dan menulis. Kita ikuti saja. Kami berupaya tidak mengajarkan anak bisa bicara, tapi gemar bicara agar apa yang diinginkan dapat kami mengerti. Tidak mengajarkan anak membaca, tapi gemar membaca. Saat ini Mas dan Adek membaca gambar, jika sudah siap pada saat yang tepat nanti mereka akan bisa membaca tulisan. Tidak perlu tergesa-gesa, jika anak siap insyaAllah akan dipermudah. Kita harus bersabar setahap demi tahap perkembangan bahasa anak. Yang terpenting kita selalu berada di samping mereka sebagai fasilitator.

Akhirnya kami bahagia dengan pilihan kami. Membaca adalah perintah pertama agar manusia bisa menjadi hamba yang taat dan bermanfaat. Karena tujuan membaca adalah kita bisa mengenal dii sendiri yang akhirnya kita bisa mengenal siapa sang Pencipta...



Kanazawa, 31 Januari 2019


Referensi:
Tim Fasilitator Bunda Sayang. 2019. Menstimulus Anak Suka Membaca. Materi Kuliah Bunda Sayang.

Terbaru

Membaca? Suka ❤❤❤

Ada hal yang lebih sulit dibanding membuat anak suka membaca. Apa itu? Yaitu mempertahankan agar tetap gemar membaca atau bahkan mening...

Populer